Jakarta – Grup Salim resmi mengambil alih seluruh kepemilikan saham Keppel Data Centres dalam entitas patungan IndoKeppel Data Centres.
Langkah korporasi ini menandai berakhirnya kemitraan strategis yang telah terjalin sejak 2018 antara konglomerasi tersebut dengan perusahaan asal Singapura itu.
Setelah pengalihan saham rampung, perusahaan kini beroperasi di bawah bendera baru, yakni IndoData Center.
Berdasarkan keterangan resmi perusahaan di LinkedIn pada pekan lalu, transaksi akuisisi tersebut sebenarnya telah diselesaikan sejak Desember 2025.
Meskipun telah berpindah tangan, pihak manajemen tidak mengungkapkan nilai nominal dari transaksi pengambilalihan saham tersebut.
Perubahan struktur kepemilikan ini menempatkan Grup Salim sebagai pengendali tunggal atas seluruh aset dan operasional pusat data tersebut.
“Berbekal kapabilitas Grup Salim yang luas, jaringan lokal yang kuat, serta rekam jejak keberhasilan dalam melaksanakan proyek infrastruktur berskala besar, IndoData Center siap merespons secara cepat permintaan yang meningkat pesat akan kapasitas AI dan hyperscale di Indonesia,” tulis manajemen IndoData dalam keterangan resminya, Selasa (1/9/2026).
Fokus bisnis IndoData kini diarahkan secara spesifik pada pengembangan infrastruktur pusat data untuk memenuhi kebutuhan kecerdasan buatan (AI) dan hyperscale.
Strategi yang diusung perusahaan adalah melalui penerapan model built-to-suit yang menawarkan fleksibilitas tinggi bagi pelanggan.
Model bisnis ini dirancang khusus untuk memenuhi standar kebutuhan komputasi berskala besar bagi penyedia layanan cloud maupun perusahaan teknologi AI.
Untuk mendukung ekspansi tersebut, IndoData telah mengamankan pasokan daya listrik hingga 500 megawatt (MW).
Kontrak pasokan energi tersebut telah disepakati secara resmi dengan PT PLN (Persero).
“Dengan hingga 500 MW kapasitas daya yang diamankan berdasarkan kontrak dengan PLN, kami mampu mempercepat pengiriman proyek dan mendukung kebutuhan komputasi berkapasitas tinggi dari hyperscalers, cloud providers, dan perusahaan teknologi AI,” ungkap pernyataan resmi perusahaan.
Kapasitas daya tersebut dipandang sebagai aset krusial bagi IndoData untuk memperkuat posisinya di pasar infrastruktur digital nasional.
Direktur Pelaksana IndoData, Ronald Setiawan, sebagaimana dikutip dari Data Center Dynamics, menyampaikan bahwa fasilitas yang ada saat ini bahkan telah mendapatkan tambahan beban IT sebesar 6 MW.
Proyek perluasan fasilitas tersebut telah rampung dikerjakan dan diserahkan kepada salah satu klien hyperscale yang menjadi mitra perusahaan.
Ronald menilai keberhasilan ekspansi ini menjadi bukti nyata atas kepercayaan klien terhadap kapabilitas operasional IndoData.
Sebelumnya, proyek pusat data ini merupakan hasil kolaborasi antara Grup Salim dan Keppel Data Centres yang diumumkan pada 2018 untuk lokasi di Bogor, Jawa Barat.
Sempat mengalami hambatan akibat pandemi Covid-19, fase pertama fasilitas dengan kapasitas 5 MW baru dapat beroperasi pada 2022.
Langkah pengambilalihan ini mempertegas posisi Grup Salim di industri pusat data tanah air.
Selain IndoData, konglomerasi milik Anthoni Salim ini sebelumnya telah memiliki eksposur investasi di sektor serupa, termasuk kepemilikan saham di DCI Indonesia.
Portofolio digital Grup Salim juga mencakup kendali atas perusahaan telekomunikasi Filipina, PLDT, melalui perusahaan investasi First Pacific.
Dengan kendali penuh atas IndoData, grup ini kini memfokuskan strategi untuk menjadi penyedia infrastruktur digital yang berkelanjutan di tengah lonjakan permintaan komputasi AI di Indonesia.



















