Rekomendasi Saham PWON, SILO, dan BRMS untuk Perdagangan Hari Ini

persen

Rekomendasi Saham PWON, SILO, dan BRMS untuk Perdagangan Hari Ini

Jakarta – Pasar modal domestik menunjukkan pergerakan yang cenderung stagnan dengan kecenderungan melemah pada penutupan perdagangan Rabu (2/9/2026).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa harus terkoreksi tipis sebesar 4,16 poin atau 0,06 persen ke level 6.595,77.

Kondisi pasar yang minim sentimen positif membuat investor cenderung berhati-hati dalam memposisikan portofolionya pada perdagangan Kamis (3/9/2026).

Sejumlah analis pasar modal telah memetakan beberapa emiten yang layak dicermati berdasarkan analisis teknikal terkini.

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menjadi salah satu saham yang mendapat perhatian khusus setelah mengalami tekanan jual.

Harga saham PWON ditutup melemah 1,45 persen di level Rp 272 per saham pada sesi sebelumnya.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menilai bahwa emiten ini sedang menguji area support di rentang Rp 260 hingga Rp 264.

“PWON kembali tertekan dengan mencoba uji support area Rp 260-Rp 264 dan indikator RSI bergerak turun, maka saat ini dapat buy on weakness,” ujar Oktavianus, sebagaimana dikutip dari laporan riset teknikal, Kamis (3/9/2026).

Ia menambahkan, investor disarankan untuk membidik target swing menuju resistance di level Rp 290.

Namun, ia menekankan pentingnya disiplin bagi pelaku pasar untuk segera melakukan stop loss jika harga menembus ke bawah (breakdown) level support Rp 258.

Di sisi lain, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) menunjukkan pola pergerakan yang berbeda.

Saham SILO justru mampu mencatatkan penguatan sebesar 1,41 persen menjadi Rp 2.160 per lembar saham pada penutupan Rabu.

Meski demikian, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memberikan peringatan kepada investor untuk tetap waspada.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa pergerakan harga saham SILO saat ini membentuk fase bearish consolidation.

“Pergerakan harga saham SILO didukung Stochastics K_D dan RSI yang menunjukkan sinyal negatif,” ungkap Nafan, dikutip dari analisis pasar, Kamis (3/9/2026).

Melihat kondisi tersebut, investor disarankan untuk mengambil posisi wait and see dengan memperhatikan support pada level Rp 2.110 dan resistance di angka Rp 2.210.

Sementara itu, tekanan jual pada saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) terpantau masih mendominasi pasar.

Volume perdagangan emiten ini tampak mengecil, memberikan indikasi adanya konsolidasi dalam jangka pendek.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan posisi BRMS saat ini sedang berada dalam bagian dari wave 4 dari wave (C).

“BRMS masih didominasi oleh tekanan jual dengan volume yang mengecil,” kata Herditya, dikutip dari catatan riset, Kamis (3/9/2026).

Pihaknya memberikan rekomendasi buy on weakness untuk emiten tersebut dengan titik support berada di Rp 650 dan resistance di level Rp 790.

Sebelumnya, BRMS ditutup melemah 1,37 persen ke harga Rp 720 per saham pada perdagangan Rabu.

Seluruh rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi investor dalam mengambil keputusan strategis di tengah fluktuasi pasar yang masih berlangsung.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar