Jakarta – PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) kini tengah mengakselerasi penerapan teknologi Agentic AI di pasar Indonesia guna mengoptimalkan kinerja bisnis berbasis kecerdasan buatan.
Langkah strategis ini ditempuh perusahaan setelah mencatatkan lonjakan signifikan pada segmen bisnis Data & AI serta Hybrid AI sepanjang paruh pertama tahun 2026.
Data internal perseroan menunjukkan bahwa bisnis Data & AI berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 52 persen secara tahunan.
Sementara itu, bisnis Hybrid AI yang mencakup infrastruktur dan teknologi Hybrid IT mengalami lonjakan tajam hingga 171 persen secara year on year.
Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja, menjelaskan bahwa saat ini perusahaan telah mengembangkan lebih dari 100 model penggunaan atau use case AI.
Sebagian besar dari portofolio tersebut kini mulai mengintegrasikan teknologi Agentic AI dalam operasionalnya.
Teknologi Agentic AI memungkinkan sistem untuk melakukan perencanaan, pengambilan keputusan, hingga eksekusi tugas secara mandiri guna mencapai target bisnis tertentu.
Meski pertumbuhan segmen tersebut sangat impresif, kontribusinya terhadap total pendapatan unit Solusi dan Konsultasi Digital masih berada di bawah angka 10 persen.
Susanto menilai bahwa bisnis AI saat ini masih berada pada fase awal bagi perusahaan.
Namun, ia meyakini bahwa seiring dengan meningkatnya jumlah use case yang masuk ke tahap produksi, dampak bisnis yang dihasilkan akan semakin nyata.
“Seiring dengan semakin banyaknya use cases yang masuk ke tahap produksi dan semakin jelasnya dampak bisnis yang dihasilkan, kami melihat bahwa bisnis AI berpotensi menjadi salah satu growth engine Metrodata dalam tiga sampai lima tahun mendatang,” ujar Susanto melalui pernyataan tertulis, Selasa (8/9).
Untuk menangkap peluang pasar yang lebih luas, MTDL telah memperkenalkan dua model Agentic AI utama, yaitu Knowgen.AI dan Megarock.
Knowgen.AI dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi operasional bagi perusahaan berskala kecil dan menengah.
Di sisi lain, Megarock hadir dengan cakupan solusi yang lebih kompleks dan spesifik untuk kebutuhan industri yang lebih besar.
Terdapat lima pilar solusi dalam ekosistem Megarock, yang meliputi Megabots.AI untuk layanan chatbot cerdas dan Megadocs untuk pemrosesan dokumen otomatis.
Selain itu, terdapat Megaque yang berfungsi sebagai asisten pengkodean dan peringkas dokumen, Megacast untuk peramalan permintaan pasar, serta Megafactory untuk inspeksi kualitas dan pemeliharaan prediktif.
Dalam gelaran Metrodata Solution Day 2026, perusahaan menekankan pentingnya fleksibilitas bagi pelaku bisnis dalam memilih model AI.
MTDL menyarankan agar perusahaan tidak terpaku pada satu model saja, melainkan menyesuaikan dengan kebutuhan operasional, baik menggunakan model tertutup maupun terbuka.
Strategi ini didukung oleh delapan pilar solusi layanan MTDL, termasuk Cloud Services, Cybersecurity, hingga Consulting & Advisory Services.
“MTDL menyediakan layanan ekosistem untuk digitalisasi dan adopsi AI yang terintegrasi,” tutur Susanto.
Melalui pendekatan ini, MTDL menargetkan percepatan digitalisasi menyeluruh bagi para kliennya, sekaligus memposisikan diri sebagai pemain utama dalam adopsi AI di Indonesia.























