Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa genap memimpin kementerian tersebut selama satu tahun tepat pada Selasa, 8 September 2026.
Jabatan sebagai bendahara negara diakui Purbaya memberikan tantangan yang sangat berat hingga membuatnya merasa pusing hampir setiap hari.
Tekanan pekerjaan yang tinggi selama setahun terakhir ini ia rasakan berlalu dengan sangat cepat karena tuntutan pemikiran yang konstan.
“Bikin pusing terus hampir tiap hari. Enggak terasa (sudah) setahun, karena mikir terus,” ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/9) malam, sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi di lokasi.
Meskipun beban kerja yang dipikul sangat besar, ia mengklaim capaian kinerja ekonomi selama satu tahun masa jabatannya menunjukkan hasil positif.
Purbaya menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional saat ini masih berada dalam koridor yang cukup baik.
“Yang penting hasilnya lumayan lah. Paling enggak kita ekonomi tumbuh masih lumayan bagus, namun ke depan akan makin cepat,” tutur Purbaya.
Optimisme mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini didasarkan pada progres yang telah dicapai selama setahun terakhir.
Ia menetapkan target ambisius agar pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan keempat tahun 2026 mampu mendekati angka 6 persen.
Purbaya bahkan menyatakan harapannya agar realisasi pertumbuhan ekonomi di akhir tahun nanti dapat melampaui target tersebut.
Keyakinan ini muncul setelah ia melakukan berbagai eksperimen kebijakan selama satu tahun sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025.
Purbaya menggantikan posisi Sri Mulyani Indrawati dalam jajaran kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia memastikan bahwa berbagai hambatan struktural dalam perekonomian telah dibenahi selama masa jabatannya.
“Sekarang sudah kami beresi semua, harusnya sih ke depan bisa tumbuh lebih cepat lagi,” jelasnya.
Selain itu, ia menyoroti peran strategis dari program-program kerja yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya menilai program pemerintah yang berjalan saat ini bersifat sangat riil dan memiliki dampak signifikan terhadap perbaikan ekonomi nasional.
Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal yang telah ia susun dengan agenda Presiden akan menjadi katalis utama percepatan ekonomi.
Ke depannya, ia berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas fiskal agar target-target ekonomi makro dapat tercapai sesuai rencana pembangunan nasional.
Ia menegaskan bahwa fondasi ekonomi yang telah ia bangun selama satu tahun ini akan menjadi landasan bagi percepatan pertumbuhan di periode mendatang.
Purbaya berharap langkah-langkah yang telah diambilnya selama satu tahun terakhir mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.























