Jakarta – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 546 miliar hingga akhir semester I-2026.
Realisasi tersebut mencerminkan penyerapan sekitar 54,6% dari total anggaran belanja modal tahunan yang ditetapkan perusahaan sebesar Rp 1 triliun.
Dana tersebut disalurkan untuk mendukung berbagai proyek strategis infrastruktur dan operasional perusahaan.
Head of Investor Relations AKR Corporindo, Ignatius Teguh Prayoga, memaparkan alokasi dana tersebut mencakup biaya pemeliharaan rutin atau maintenance capex.
Selain itu, perusahaan juga menggunakan dana tersebut untuk akuisisi satu unit kapal.
Pengembangan terminal di wilayah Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi turut menjadi fokus utama penggunaan belanja modal tersebut.
“Belanja modal juga untuk melengkapi sejumlah fasilitas utilitas di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE),” ujar Ignatius dalam paparan publik, Selasa (8/9/2026).
Manajemen AKR Corporindo memproyeksikan kinerja perseroan akan terus menunjukkan tren positif sepanjang paruh kedua tahun ini.
Optimisme tersebut didorong oleh kondisi pasar yang dinilai telah mencapai tingkat stabilitas lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
“Untuk guidance kita tetap ingin melanjutkan pace pertumbuhan, terutama dengan semester kedua ini,” ucap Ignatius.
Ia menambahkan bahwa perusahaan cukup yakin dapat mempertahankan kecepatan pertumbuhan bisnis hingga akhir tahun.
“Kami lihat sepertinya market sudah lebih stabil dibandingkan semester yang satu kemarin, dan kami cukup optimis akan bisa mempertahankan pace pertumbuhan tersebut,” tambah Ignatius.
Kinerja keuangan AKR Corporindo sepanjang semester I-2026 tercatat menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu.
Perusahaan berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,43 triliun.
Angka laba bersih tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 21,25% secara tahunan atau year-on-year (YoY).
Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp 1,18 triliun.
Peningkatan juga terjadi pada sisi pendapatan atau top line perusahaan secara keseluruhan.
Total pendapatan AKR Corporindo pada semester I-2026 mencapai Rp 30,84 triliun.
Pencapaian pendapatan ini melonjak 44% secara tahunan dibandingkan dengan Rp 21,41 triliun pada periode yang sama di tahun 2025.
Pertumbuhan kinerja ini menempatkan posisi keuangan perusahaan dalam kondisi yang cukup solid untuk mendukung rencana ekspansi ke depan.
Fokus perusahaan saat ini tetap pada optimalisasi kawasan industri JIIPE serta efisiensi operasional di sektor logistik dan distribusi bahan bakar.
Integrasi fasilitas utilitas di kawasan industri menjadi salah satu pendorong utama daya tarik bagi tenant yang beroperasi di wilayah tersebut.
Dengan realisasi capex yang sudah melampaui setengah dari target, perusahaan kini memiliki fleksibilitas lebih untuk mempercepat penyelesaian proyek-proyek strategis di sisa tahun 2026.




















