Dolar AS Bertahan di Level Tertinggi Jelang Keputusan The Fed

Ikhwan Setiawan

Dolar AS Bertahan di Level Tertinggi Jelang Keputusan The Fed

New York – Nilai tukar dolar Amerika Serikat terpantau berada di posisi stabil mendekati level tertinggi dalam dua pekan terakhir pada Kamis (17/9/2026).

Kondisi ini terjadi seiring dengan sikap antisipasi investor terhadap keputusan kebijakan suku bunga yang akan segera diumumkan oleh Federal Reserve (The Fed).

Indeks dolar, yang menjadi tolok ukur kekuatan mata uang Paman Sam terhadap mata uang global lainnya, mencatat kenaikan sebesar 0,1% ke level 99,71.

Angka tersebut menempatkan dolar dalam rentang yang sangat dekat dengan level puncak dua pekan di posisi 99,865.

Secara akumulatif dalam lima hari perdagangan terakhir, indeks dolar telah menunjukkan tren penguatan sebesar hampir 1%.

Kendati demikian, para pelaku pasar tampak memilih untuk menahan diri dari pengambilan posisi besar sebelum pengumuman resmi dirilis.

Fokus utama pasar kini tertuju pada sinyal kebijakan lanjutan yang akan disampaikan pasca-keputusan suku bunga tersebut.

Konsensus pasar secara luas memprediksi bahwa bank sentral AS akan melakukan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

Kenaikan tersebut diproyeksikan akan membawa suku bunga acuan ke kisaran 3,75% hingga 4%.

“Pasar sudah sangat mengantisipasi kenaikan suku bunga,” ujar analis valas senior Danske Bank, Kirstine Kundby-Nielsen.

Mengingat ekspektasi kenaikan tersebut sudah tercermin dalam harga pasar, respons dolar terhadap keputusan The Fed tidak serta-merta akan menguat.

Dolar justru berisiko mengalami koreksi tajam jika pernyataan bank sentral dinilai kurang agresif atau kurang hawkish dari perkiraan pelaku pasar.

Peneliti Macro Hive, Benjamin Ford, mengungkapkan bahwa ekspektasi pasar saat ini sudah berada di level yang sangat tinggi.

Pelaku pasar bahkan telah memperhitungkan adanya empat kali kenaikan suku bunga hingga pertengahan 2027 serta dua kali kenaikan tambahan hingga akhir tahun ini.

Dengan tingginya ekspektasi tersebut, ruang bagi The Fed untuk memberikan kejutan kebijakan menjadi sangat terbatas.

Di sisi lain, mata uang utama lainnya seperti euro mengalami pelemahan sebesar 0,1% ke level US$1,1534.

Poundsterling juga mencatatkan penurunan sebesar 0,2% menjadi US$1,3455 setelah data inflasi Inggris periode Agustus menunjukkan peningkatan ke level tertinggi dalam lima bulan terakhir.

Perhatian investor global juga tertuju pada pergerakan mata uang yen menjelang keputusan suku bunga Bank of Japan (BOJ) yang dijadwalkan pada Jumat besok.

Ekonom Julius Baer, David A. Meier, menegaskan bahwa dinamika yen akan terus sangat bergantung pada perbedaan suku bunga antarnegara.

Pihak Julius Baer bahkan telah merevisi proyeksi USD/JPY ke angka 155 karena keraguan terhadap kemampuan BOJ dalam memenuhi laju pengetatan kebijakan yang agresif.

Sementara itu, di pasar aset digital, bitcoin terpantau bergerak stabil di level US$75.742 setelah sempat mengalami tekanan jual signifikan pada sesi sebelumnya.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar