IHSG Tertekan, Harga Minyak dan Ekspektasi The Fed Bebani Pasar

Ikhwan Setiawan

IHSG Tertekan, Harga Minyak dan Ekspektasi The Fed Bebani Pasar

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren koreksi pada perdagangan Selasa (15/9/2026) dengan ditutup melemah sebesar 73,54 poin atau 1,13 persen ke posisi 6.461,15.

Pelemahan indeks domestik ini dipicu oleh dominasi sentimen negatif dari pasar global yang menekan minat beli investor.

Kenaikan harga minyak dunia yang melampaui level US$100 per barel akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu pemberat utama bursa saham nasional.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed yang diprediksi akan semakin ketat turut memicu penguatan imbal hasil atau yield US Treasury.

Kondisi tersebut secara langsung berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah di pasar spot sebesar 0,14 persen ke level Rp17.694 per dolar AS.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menyebut bahwa faktor eksternal saat ini memegang kendali penuh atas volatilitas pasar modal Indonesia.

Menurut Nafan Aji Gusta, sentimen positif domestik terkait pergantian Menteri Keuangan belum mampu menandingi kuatnya arus aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Investor saat ini masih menanti kejelasan arah kebijakan fiskal di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Suahasil Nazara, terutama terkait kredibilitas fiskal dan strategi pengelolaan utang negara.

Secara sektoral, tekanan jual paling dalam menghantam sektor industrial dengan koreksi sebesar 1,56 persen.

Sektor keuangan juga mencatatkan penurunan signifikan sebesar 1,36 persen sepanjang sesi perdagangan Selasa kemarin.

Analisis teknikal dari Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menunjukkan adanya sinyal pelemahan lebih lanjut pada grafik perdagangan.

“Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan Stochastic RSI berada pada area oversold,” ujar Alrich Paskalis Tambolang melalui keterangan resmi, Selasa (15/9/2026).

Melihat pola tersebut, Alrich Paskalis Tambolang memprediksi IHSG berpotensi masih akan tertekan pada perdagangan Rabu (16/9/2026).

Indeks diproyeksikan akan menguji level support di rentang 6.350 hingga 6.400.

Sementara itu, Nafan Aji Gusta memberikan proyeksi teknikal dengan level support berada di angka 6.453 dan 6.353.

Adapun level resistance untuk perdagangan hari ini dipatok pada kisaran 6.552 hingga 6.695.

Para pelaku pasar disarankan untuk tetap selektif dalam mengambil posisi sembari menunggu hasil rapat FOMC mendatang.

Stabilisasi rupiah, harga minyak dunia, dan yield global dianggap sebagai prasyarat utama sebelum IHSG dapat kembali bergerak ke zona hijau secara berkelanjutan.

Hingga saat ini, pergerakan indeks masih cenderung volatile dengan kecenderungan sideways akibat ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar