Rekomendasi Saham Consumer Staples ICBP, MYOR, CMRY, SIDO Hari Ini

Ikhwan Setiawan

Rekomendasi Saham Consumer Staples ICBP, MYOR, CMRY, SIDO Hari Ini

Jakarta – Sektor barang konsumsi primer atau consumer staples menjadi sorotan utama investor menjelang perdagangan awal pekan, Minggu (27/9/2026).

Sejumlah analis pasar modal telah memetakan posisi emiten-emiten besar di sektor ini dengan memberikan rekomendasi beli untuk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY).

Sementara itu, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) disarankan untuk ditahan (hold) karena masih menghadapi tantangan pada sisi pendapatan dan margin.

Kinerja operasional yang solid menjadi dasar utama optimisme terhadap saham ICBP.

Research Analyst Phintraco Sekuritas, Vinna N. Rachmawati, merekomendasikan buy saham ICBP dengan target harga di level Rp 11.150 per lembar saham.

Dia mencatat bahwa pendapatan ICBP pada semester pertama 2026 mampu tumbuh 11% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 41,86 triliun.

Kenaikan tersebut didorong oleh seluruh lini bisnis, terutama segmen nutrisi dan makanan khusus yang tumbuh 16%, dairy 15%, dan mi instan sebesar 11%.

Meski laba bersih sempat terkoreksi 33% akibat lonjakan biaya keuangan dan kerugian selisih kurs, manajemen perusahaan tetap memproyeksikan pertumbuhan pendapatan tahunan di kisaran 5% hingga 7%.

Beralih ke emiten lain, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) juga mendapatkan sentimen positif dari pasar.

Research Analyst MNC Sekuritas, Catherine Florencia M., memberikan rekomendasi buy untuk MYOR dengan target harga Rp 2.400 per saham.

Menurutnya, efisiensi struktur biaya bahan baku menjadi keunggulan kompetitif bagi perusahaan di tengah volatilitas komoditas global.

Data menunjukkan bahwa laba bersih MYOR pada kuartal kedua 2026 melonjak 60,1% secara tahunan dengan perbaikan margin laba kotor menjadi 24,8%.

Di sisi lain, sektor produk susu menunjukkan performa yang menjanjikan melalui PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY).

Research Analyst INA Sekuritas, Rifdah Fatin Hasanah, mempertahankan rekomendasi buy untuk CMRY dengan target harga Rp 6.850 per saham.

Pertumbuhan pendapatan perseroan sebesar 26% pada semester pertama 2026 didorong oleh segmen dairy yang melesat hingga 54%.

Ekspansi jaringan distribusi menjadi katalis utama, di mana jumlah chilled outlets tercatat mencapai 210.849 unit, sementara jumlah agen Miss Cimory naik signifikan sebesar 28%.

Berbeda dengan ketiga emiten sebelumnya, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) berada dalam posisi yang lebih konservatif.

Equity Analyst OCBC Sekuritas, Jessica Leonardy, merekomendasikan hold dengan nilai wajar di angka Rp 380 per saham.

Dia menyoroti adanya tekanan pada margin akibat kenaikan harga bahan baku seperti gula, asam sitrat, dan kemasan PET.

Meskipun bisnis makanan dan minuman (F&B) diproyeksikan tumbuh 5% dan normalisasi distribusi telah selesai dilakukan pada Mei 2026, tantangan pada segmen herbal masih membayangi kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun 2026.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar