Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja negatif yang signifikan sepanjang periode perdagangan 21 hingga 25 September 2026.
Data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks mengalami koreksi sebesar 3,09 persen dalam sepekan.
Posisi indeks ditutup pada level 6.241,892, turun dari posisi pekan sebelumnya yang berada di angka 6.441,159.
Penurunan indeks ini berdampak langsung pada nilai kapitalisasi pasar di bursa domestik.
Total kapitalisasi pasar BEI tercatat menyusut hingga Rp361 triliun atau sekitar 3,2 persen.
Angka kapitalisasi pasar yang sebelumnya mencapai Rp11.266 triliun kini merosot menjadi Rp10.905 triliun.
Di tengah tekanan pasar tersebut, sejumlah emiten mencatatkan volatilitas harga yang cukup ekstrem.
PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) memimpin daftar saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers.
Saham FORU tercatat melonjak 133,72 persen hingga berakhir di harga Rp360 per lembar.
Menyusul di posisi kedua, PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) menguat 81,69 persen ke level Rp2.580.
Selain itu, PT Inter Delta Tbk (INTD) mencatatkan kenaikan 67,48 persen menjadi Rp412 per saham.
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) turut menghiasi daftar dengan kenaikan 63,11 persen ke posisi Rp336.
Emiten lainnya yang masuk jajaran saham paling cuan pekan ini meliputi PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) dengan kenaikan 51,72 persen.
Kemudian PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) naik 34,29 persen dan PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) naik 34,25 persen.
Terdapat pula PT Martina Berto Tbk (MBTO) yang menguat 33,77 persen, PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) naik 31,33 persen, serta PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) yang naik 29,65 persen.
Sebaliknya, tekanan jual yang masif menimpa PT Steady Safe Tbk (SAFE) yang menjadi saham dengan koreksi terdalam.
Harga saham SAFE anjlok 40,19 persen hingga bertengger di level Rp625 per saham.
Pergerakan negatif juga dialami oleh sejumlah emiten di bawah naungan Grup MNC.
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) mencatatkan penurunan sebesar 31,03 persen menjadi Rp200 per saham.
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) melemah 27,66 persen ke level Rp136 per saham.
PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) juga tergerus 26,47 persen hingga menyentuh harga Rp50 per saham.
Selain itu, PT Global Mediacom Tbk (BMTR) mencatatkan koreksi sebesar 25,22 persen ke level Rp86 per saham.
Deretan saham lain yang masuk kategori top losers adalah PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) turun 26,09 persen.
PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) melemah 25,00 persen, dan PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) turun 23,31 persen.
Terakhir, PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) dan PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) masing-masing mengalami penurunan harga sebesar 22,39 persen dan 22,35 persen.


















