Jakarta – Levoca Enterprise Ltd resmi melepas sebagian kepemilikan sahamnya di PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan nilai transaksi mencapai Rp 267,92 miliar.
Aksi korporasi tersebut melibatkan penjualan 3,77 miliar lembar saham emiten dengan kode BNBR itu.
Data resmi dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 25 September 2026 menunjukkan bahwa eksekusi penjualan dilakukan pada 23 September 2026.
Harga yang ditetapkan dalam transaksi divestasi ini adalah Rp 71 per lembar saham.
Perubahan kepemilikan ini tercatat sebagai perpindahan saham secara langsung.
Sebelum aksi divestasi dilakukan, Levoca Enterprise tercatat menguasai sebanyak 23.898.722.798 lembar saham BNBR.
Jumlah tersebut setara dengan porsi kepemilikan 9,08 persen dari total hak suara perusahaan.
Pasca-penjualan sebanyak 3.773.584.904 lembar saham, posisi kepemilikan investor asing tersebut berkurang drastis.
Kini, sisa saham yang dimiliki Levoca Enterprise di BNBR tercatat sebanyak 20.125.137.894 lembar.
Persentase kepemilikan mereka pun mengalami penurunan menjadi 7,64 persen dari total hak suara.
Pihak manajemen Levoca Enterprise memberikan pernyataan resmi terkait langkah strategis ini.
“Transaksi penjualan saham tersebut dilakukan untuk keperluan divestasi investasi,” ungkap pihak manajemen dalam dokumen resmi Keterbukaan Informasi BEI.
Langkah divestasi ini terjadi di tengah dinamika pergerakan harga saham BNBR yang cenderung melemah di pasar modal.
Pada perdagangan Jumat, 25 September 2026, saham BNBR ditutup pada level Rp 75 per lembar.
Angka tersebut mencerminkan koreksi sebesar 7,41 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Tren penurunan harga saham ini terlihat cukup konsisten dalam kurun waktu satu pekan terakhir.
Dalam akumulasi lima hari perdagangan, harga saham BNBR tercatat telah mengalami pelemahan hingga 11,76 persen.
Investor kini tengah mencermati bagaimana perubahan struktur pemegang saham ini akan memengaruhi tata kelola dan prospek bisnis BNBR ke depan.
Divestasi berskala besar yang dilakukan Levoca Enterprise menjadi salah satu sorotan utama bagi pelaku pasar di awal pekan ini, Senin (28/9/2026).
Keputusan investor asing untuk mengurangi eksposur di BNBR sering kali diinterpretasikan pasar sebagai bagian dari strategi rebalancing portofolio investasi global.
Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai apakah akan ada pelepasan saham lanjutan dari pemegang saham utama lainnya.
Para pelaku pasar modal tetap menantikan perkembangan terbaru terkait aksi korporasi emiten di sektor konglomerasi ini.
Likuiditas saham BNBR diperkirakan masih akan terus dipantau oleh para analis seiring dengan perubahan komposisi pemegang saham yang signifikan tersebut.


















