Inflasi AS Melandai, Ekspektasi Suku Bunga The Fed Tekan Dolar

Kholida Rahman

Inflasi AS Melandai, Ekspektasi Suku Bunga The Fed Tekan Dolar

Jakarta – Indeks dolar Amerika Serikat (DXY) mengalami tekanan dan terkoreksi ke level 101,1 pada perdagangan Rabu (30/9).

Penurunan ini dipicu oleh rilis data inflasi yang menunjukkan angka lebih rendah dari ekspektasi pasar sebelumnya.

Sentimen tersebut memperkuat keyakinan investor bahwa bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), akan cenderung mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan mendatang.

Berdasarkan data Tradingeconomics yang dirilis Rabu (30/9), indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) utama tercatat naik sebesar 0,3% secara bulanan.

Sementara itu, PCE inti yang tidak memperhitungkan komponen harga pangan dan energi yang fluktuatif, menunjukkan kenaikan di angka 0,2%.

Di sisi lain, sektor konsumsi rumah tangga di Amerika Serikat menunjukkan ketahanan yang cukup signifikan.

Data menunjukkan masyarakat tetap aktif melakukan pembelian kendaraan, furnitur, hingga pakaian.

Kondisi belanja konsumen tersebut tetap terjaga meski biaya hidup, termasuk harga bahan bakar, berada pada level yang tinggi.

Data ekonomi makro Amerika Serikat juga mencatatkan revisi positif pada angka pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).

Estimasi PDB kuartal kedua kini direvisi naik menjadi 2,2% dari proyeksi awal yang berada di angka 1,5%.

Angka pertumbuhan untuk kuartal pertama pun mendapatkan revisi naik, memberikan indikasi bahwa ekonomi AS memiliki fundamental yang cukup kuat.

Sektor tenaga kerja turut memberikan sinyal positif dengan penguatan aktivitas perekrutan perusahaan sepanjang September.

Data ini menjadi indikator penting bagi pelaku pasar dalam memantau stabilitas ekonomi di tengah kebijakan moneter yang ketat.

Pasar saat ini tengah menanti rilis laporan ketenagakerjaan pemerintah yang dijadwalkan terbit pada hari Jumat mendatang.

Laporan tersebut diprediksi akan menunjukkan penambahan sekitar 90.000 lapangan kerja baru.

Data payrolls ini akan menjadi acuan krusial bagi The Fed sebelum mengambil keputusan final pada pertemuan 28 Oktober mendatang.

Meskipun sempat mengalami pelemahan pada perdagangan Rabu, pergerakan dolar secara bulanan tetap menunjukkan tren positif.

Nilai tukar mata uang Paman Sam tersebut tercatat telah menguat lebih dari 1,5% sepanjang bulan September.

Secara akumulatif, indeks dolar tidak mencatatkan perubahan yang berarti selama periode kuartal ketiga tahun ini.

Para pelaku pasar global kini terus mencermati setiap data ekonomi yang keluar untuk mengukur arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Stabilitas ekonomi AS yang ditopang oleh belanja konsumen dan pertumbuhan PDB menjadi variabel utama yang membatasi pelemahan dolar lebih lanjut di pasar keuangan internasional.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar