Airlangga Pastikan Harga Pertalite Stabil hingga Akhir 2026

persen

Airlangga Pastikan Harga Pertalite Stabil hingga Akhir 2026

Jakarta – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Jakarta Pusat, Kamis (6/8).

Langkah tersebut diambil guna menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu.

Airlangga menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan difungsikan sebagai shock absorber atau peredam kejut.

Pemanfaatan APBN ini bertujuan untuk meredam potensi gejolak harga energi yang dipicu oleh ketegangan geopolitik internasional.

“Arahan Bapak Presiden juga di tengah ketidakpastian daripada perang di Selat Hormuz, BBM tetap kita jaga resiliensinya di mana APBN sebagai shock absorber,” ujar Airlangga dalam konferensi pers yang berlangsung Rabu (5/8), dikutip dari keterangan resmi Kemenko Perekonomian.

Selain menjaga harga Pertalite, pemerintah juga mengandalkan kebijakan energi baru terbarukan untuk memperkuat ketahanan nasional.

Implementasi program biodiesel B50 menjadi instrumen utama dalam menekan ketergantungan negara terhadap impor solar.

Kebijakan ini dinilai efektif dalam mengurangi beban subsidi energi secara keseluruhan bagi negara.

“Dengan diterapkannya B50 maka kita tidak lagi impor solar dan sebetulnya dengan harga sekarang juga relatif pemanfaatan subsidi relatif kecil untuk B50,” ungkap Airlangga.

Pemerintah telah melakukan kalkulasi fiskal yang matang terkait kebijakan ini.

Ruang fiskal yang tersedia dianggap cukup untuk menopang stabilitas harga BBM bersubsidi hingga masa tutup buku tahun 2026.

“Untuk Pertalite dijamin harga sampai bulan Desember (2026) aman, jadi ini sudah masuk dalam buffer,” tegas Airlangga.

Lebih jauh, pemerintah berkomitmen untuk terus memantau fluktuasi harga komoditas di pasar global.

APBN akan terus diposisikan sebagai instrumen penyangga utama guna melindungi stabilitas ekonomi domestik.

Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan dampak buruk dari gejolak eksternal terhadap sektor riil.

Secara makro, pemerintah tetap menaruh optimisme tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun.

Target pertumbuhan tersebut ditopang oleh beberapa indikator utama yang menunjukkan tren positif.

Investasi yang terus mengalir menjadi salah satu motor penggerak ekonomi yang diandalkan pemerintah.

Selain itu, belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat dinilai masih berada dalam level yang terjaga.

Kinerja sektor ekspor dan impor juga diproyeksikan akan menunjukkan perbaikan signifikan pada semester II tahun 2026.

Sinergi antara stabilitas harga energi dan kebijakan fiskal yang disiplin menjadi kunci utama strategi ekonomi pemerintah saat ini.

Dengan kepastian harga Pertalite, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir terhadap lonjakan biaya transportasi dan logistik dalam jangka pendek.

Pemerintah akan terus memperbarui data perkembangan ekonomi secara berkala guna memastikan target tersebut tercapai tepat waktu.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar