Surabaya – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan cadangan pangan Indonesia masih aman untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga Maret 2027. Ia menyebut kondisi itu didukung stok pangan yang tersebar di berbagai sektor dan penguatan infrastruktur produksi yang telah dilakukan pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran usai meninjau Gudang Penyangga Bulog di kawasan Kompleks Bumi Maspion, Surabaya, Rabu (13/5). Kunjungan itu dilakukan bersama Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dan jajaran.
Amran menjelaskan, sektor pertanian mencatat pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut Produk Domestik Brutto atau PDB pertanian naik dari 0,67 persen menjadi 5,7 persen selama periode Kabinet Merah Putih.
“Sekarang itu naik 5,7 persen, tertinggi selama 25 tahun dan mungkin tertinggi sepanjang sejarah,” ujarnya.
Menurut Amran, capaian tersebut membuat Indonesia berada dalam posisi yang lebih siap menghadapi ancaman El Nino Godzilla. Pemerintah, kata dia, juga telah lebih dulu mengambil langkah pencegahan dengan memperbaiki sarana produksi, mulai dari irigasi hingga penyediaan bibit unggul yang tahan kekeringan.
“Dulu El Nino 2015 kita siapkan infrastruktur, kemudian 2023-2024 El Nino. Alhamdulillah justru 2025 karena infrastruktur kita perbaiki dengan cepat, sarana produksi kita perbaiki kualitasnya seperti benih, bibit, benih unggul yang tahan kekeringan,” ujar Amran.
Berdasarkan hitungan Kementerian Pertanian, total stok pangan nasional saat ini diproyeksikan mencapai 28 juta ton. Angka itu berasal dari cadangan fisik yang tersedia, tanaman yang masih dalam masa pertumbuhan atau standing crop, serta stok di sektor hotel, restoran, kafe, dan rumah tangga.
“Sekarang stok kita 5,3 juta ton. Standing crop kita 11 juta ton, kemudian di Horeka (hotel, restoran, dan kafe), hotel, rumah-rumah itu 12 juta ton. Totalnya 28 juta ton. Itu bertahan 11 bulan,” bebernya.
Ia menegaskan, dengan stok yang ada saat ini, kebutuhan pangan Indonesia masih bisa dipenuhi selama 11 bulan ke depan, terutama setelah panen standing crop.
“Jadi sampai Maret tahun depan cukup stok kita sekarang,” jelasnya.
Amran juga membandingkan ketahanan pangan nasional selama 11 bulan itu dengan prediksi El Nino Godzilla yang disebut akan berlangsung enam bulan. Ia menilai persiapan di sektor kebijakan dan produksi membuat dampak gangguan pangan bisa diantisipasi tanpa mengganggu stabilitas nasional.
“El Nino Godzilla yang diprediksi (6 bulan) mudah-mudahan tidak benar. Sedangkan kekuatan kita 11 bulan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jika selama El Nino produksi minimal mencapai 2 juta ton, maka kebutuhan pasokan selama enam bulan berada di kisaran 12 juta ton.
“Artinya apa? Bisa sampai Juli, Agustus. Enggak ada masalah kan? Karena kita sudah persiapkan sejak awal,” tandasnya.
Sebelumnya, Amran juga menyampaikan stok beras nasional telah mencapai 5,3 juta ton. Ia menyebut angka tersebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
“Alhamdulillah hari ini kita mencapai stok tertinggi dalam sejarah yaitu 5,3 juta ton. Mudah-mudahan bulan depan bisa mencapai atau akhir bulan 5,5 juta ton. Ini tertinggi selama Republik ini merdeka,” kata Amran.





















