Jakarta – Pasar modal Indonesia kembali menghadapi tekanan signifikan akibat aksi jual masif yang dilakukan oleh investor asing sepanjang perdagangan awal pekan ini.
Tren negatif ini ditandai dengan catatan net sell atau jual bersih investor asing senilai Rp820,67 miliar di seluruh pasar pada Senin (27/7/2026).
Kondisi tersebut berdampak langsung pada kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali terperosok ke zona merah.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 0,17 persen atau terkoreksi 10,64 poin ke level 6.185,78.
Penurunan ini sekaligus mencatatkan tren pelemahan indeks yang telah berlangsung selama empat hari perdagangan berturut-turut.
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG terpantau bergerak fluktuatif di rentang 6.144 hingga 6.219.
Dominasi tekanan jual di pasar tercermin dari data aktivitas perdagangan yang mencatatkan volume sebesar 27,77 miliar saham.
Nilai transaksi harian di bursa domestik tercatat mencapai Rp12,17 triliun pada periode tersebut.
Secara keseluruhan, sentimen negatif masih menyelimuti mayoritas emiten di lantai bursa.
Tercatat ada 341 saham yang ditutup melemah, sementara 307 saham mampu mempertahankan penguatan.
Sisanya, sebanyak 147 saham berakhir stagnan tanpa perubahan harga berarti.
Arus keluar dana asing yang kembali mencapai ratusan miliar rupiah disebut menjadi faktor utama yang menghambat pemulihan IHSG.
Kondisi ini memperpanjang sentimen negatif yang telah menghantui pasar saham domestik dalam kurun waktu sepekan terakhir.
Berdasarkan data RTI Business, terdapat sepuluh saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing pada perdagangan Senin.
PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) memuncaki daftar dengan nilai jual bersih asing mencapai Rp296,79 miliar.
Posisi kedua ditempati oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai net sell sebesar Rp99,55 miliar.
Selanjutnya, saham perbankan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan jual bersih asing senilai Rp45,86 miliar.
Di urutan keempat, PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan tekanan jual asing sebesar Rp44,89 miliar.
Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga mengalami tekanan dengan nilai jual bersih mencapai Rp36,5 miliar.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyusul di posisi keenam dengan catatan jual bersih asing sebesar Rp31,96 miliar.
Daftar berlanjut dengan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang mencatatkan angka Rp29,28 miliar.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turut mencatatkan net sell asing senilai Rp21,31 miliar.
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) melengkapi daftar dengan nilai masing-masing Rp20,98 miliar dan Rp20,14 miliar.
Pola pelepasan aset oleh investor asing ini menjadi indikator penting bagi pelaku pasar dalam menentukan strategi di tengah ketidakpastian tren jangka pendek IHSG.
















