Banggar DPR dan Pemerintah Sepakati Kerangka Ekonomi Makro 2027

persen

banggar-dpr-sepakati-asumsi-makro-kerangka-rapbn-2027,-ini-rinciannya
Banggar DPR Sepakati Asumsi Makro Kerangka RAPBN 2027, Ini Rinciannya

Jakarta – Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mematok target pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027. Angka tersebut menjadi salah satu poin utama dalam kesepakatan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 yang disahkan pada Rabu (17/6).

Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, menyatakan bahwa pembahasan asumsi dasar ekonomi makro telah rampung. “Baiklah Bapak-Ibu sekalian karena sudah bisa kita setujui bersama, rapat Panja Asumsi KEM-PPKF 2027 sebagai pengantar Nota Keuangan Bapak Presiden dapat kita akhiri,” ujarnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa KEM-PPKF 2027 memiliki nilai strategis karena menjadi acuan pertama yang disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini dirancang untuk mengintegrasikan sektor fiskal guna mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus memacu investasi swasta.

Pemerintah juga akan mengoptimalkan peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk mempercepat investasi di sektor-sektor produktif. Selain itu, deregulasi dan penyederhanaan perizinan akan terus dilanjutkan demi memperkuat iklim investasi nasional.

“Penguatan sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi tahun 2027 pada kisaran 5,8 persen sampai dengan 6,5 persen dengan trajektori menuju 8 persen pada tahun 2029,” jelas Purbaya.

Dalam dokumen kesepakatan tersebut, pemerintah dan DPR juga menetapkan sejumlah indikator makro lainnya. Defisit anggaran dipatok pada rentang 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap PDB, dengan target inflasi yang dijaga ketat di angka 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Sementara itu, nilai tukar rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Untuk suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun, disepakati berada pada rentang 6,5 persen hingga 7,3 persen.

Dari sisi kesejahteraan, pemerintah menargetkan penurunan tingkat kemiskinan menjadi 6 persen hingga 6,5 persen, dengan ambisi mencapai nol persen untuk kemiskinan ekstrem pada 2027. Rasio gini ditargetkan berada di angka 0,362 hingga 0,367, sementara tingkat pengangguran terbuka ditekan ke kisaran 4,3 persen hingga 4,87 persen. Pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita pun diproyeksikan mencapai US$5.800 hingga US$5.840.

Rekomendasi