Bitcoin Tembus US$ 65.500 Didorong Regulasi AS dan Arus Dana Institusi

persen

Bitcoin Tembus US$ 65.500 Didorong Regulasi AS dan Arus Dana Institusi

Jakarta – Pasar aset kripto global menunjukkan tren penguatan signifikan dengan harga Bitcoin (BTC) yang berhasil menembus level US$65.500 pada perdagangan Jumat (24/7/2026).

Level harga ini merupakan capaian tertinggi yang diraih Bitcoin dalam periode sekitar lima pekan terakhir.

Reli harga ini tidak hanya terjadi pada Bitcoin, melainkan juga menular ke sejumlah aset kripto berkapitalisasi pasar besar lainnya seperti Ethereum (ETH), XRP, dan Solana (SOL).

Penguatan harga ini dipicu oleh kombinasi sentimen positif dari dinamika regulasi di Amerika Serikat serta tingginya minat dari para investor institusi.

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, menyatakan bahwa lonjakan harga ini menjadi indikator semakin matangnya ekosistem pasar aset kripto.

Menurutnya, pembentukan harga saat ini mulai bergeser ke arah faktor-faktor fundamental yang lebih terukur.

Faktor-faktor tersebut mencakup kebijakan ekonomi makro, perkembangan regulasi, serta keterlibatan aktif investor institusi.

“Sentimen positif mulai dirasakan oleh pasar secara lebih luas,” ujar Aloysia dikutip dari laman resmi Indodax, Jumat (24/7/2026).

Optimisme pasar ini didorong oleh kejelasan arah regulasi aset kripto di Amerika Serikat yang dinilai semakin progresif.

Kepastian regulasi dari pasar keuangan terbesar di dunia tersebut dianggap krusial untuk meningkatkan kepercayaan pelaku pasar global.

Langkah ini juga memberikan kepastian hukum bagi keberlangsungan industri kripto sekaligus memacu partisipasi investor institusi dalam jangka panjang.

Perkembangan terkini terkait pembahasan CLARITY Act di Amerika Serikat telah mendapatkan respon positif setelah kerangka regulasinya disetujui.

Pasar memandang perkembangan tersebut sebagai peluang emas untuk menciptakan ekosistem aset digital yang lebih terstruktur dan transparan.

Di sisi lain, minat investor institusi terhadap Bitcoin tetap menunjukkan ketahanan yang kuat.

Berdasarkan data SoSoValue, produk Spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat berhasil mencatatkan arus dana bersih (net inflow) sebesar US$ 430 juta selama dua hari perdagangan pada 20 hingga 21 Juli lalu.

Aloysia menuturkan, meskipun bukan menjadi faktor tunggal penentu harga, arus dana masuk tersebut membuktikan bahwa permintaan terhadap eksposur Bitcoin masih sangat terjaga.

Saat ini, pelaku pasar juga sedang mencermati sejumlah agenda ekonomi krusial yang akan datang.

Agenda tersebut meliputi keputusan suku bunga oleh Federal Reserve serta rilis laporan keuangan dari emiten teknologi raksasa seperti Alphabet, Tesla, dan Intel.

Kinerja keuangan perusahaan-perusahaan teknologi tersebut diprediksi akan memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Hal ini didasari oleh tingginya korelasi antara pergerakan harga Bitcoin dengan kinerja saham-saham di sektor teknologi belakangan ini.

Menanggapi volatilitas pasar, Aloysia memberikan imbauan agar investor tidak hanya terfokus pada apresiasi harga dalam jangka pendek.

Ia menekankan pentingnya bagi investor untuk tetap menerapkan prinsip Do Your Own Research (DYOR) dalam setiap keputusan transaksi.

Investor juga diminta untuk memahami profil risiko dari masing-masing aset serta berinvestasi sesuai dengan target keuangan jangka panjang yang telah ditetapkan.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar