Bulog Bantah Kenaikan Harga Beras di Tengah Stok Melimpah

persen

bos-bulog-bantah-harga-beras-naik-di-tengah-melimpah-stok
Bos Bulog Bantah Harga Beras Naik di Tengah Melimpah Stok

Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan harga beras nasional belum mengalami kenaikan di tengah stok cadangan pemerintah yang kini mencapai 5,2 juta ton. Menurut dia, harga beras masih bergerak dalam kisaran normal meski di sejumlah daerah tercatat berada di atas harga eceran tertinggi atau HET.

“Kalau beras, menurut kami tidak ada yang mengalami kenaikan, seperti harga biasa,” kata Rizal di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/5).

Rizal menyebut harga beras premium saat ini berada di kisaran Rp14.900 per kilogram, sedangkan beras medium sekitar Rp12.500 per kilogram. “Harganya beras premium Rp14.900, beras medium Rp12.500,” ujarnya.

Meski demikian, Bulog tetap menyiapkan langkah intervensi pasar jika terjadi lonjakan harga di lapangan. “Kami tetap melaksanakan operasi-operasi pasar bila terjadi kenaikan-kenaikan di pasar seperti biasanya,” kata Rizal.

Pernyataan itu muncul di tengah perhatian terhadap harga beras medium dan premium di sejumlah wilayah yang masih tinggi, walau pasokan nasional sedang melimpah.

Dalam paparan rekomendasi kebijakan pemerintah yang disampaikan Kantor Staf Presiden (KSP) pada Rapat Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, harga beras medium zona 2 tercatat berada di level Rp14.351 per kilogram pada pekan ini. Angka tersebut naik tipis dari pekan lalu yang berada di Rp14.329 per kilogram.

Paparan itu juga menyebut harga beras medium masih berada di atas HET zona 2 dengan disparitas 18,95 persen, sehingga masuk kategori waspada.

Melimpahnya stok turut membuat sejumlah gudang Bulog hampir penuh. Di Jakarta, tingkat keterisian gudang bahkan telah mencapai sekitar 98 persen.

Rekomendasi