Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45: DEWA dan BRPT Disorot

Jakarta – Pasar modal Indonesia menunjukkan sinyal pemulihan signifikan pada perdagangan 9 Juli 2026 setelah sempat tertekan koreksi masif pada sesi sebelumnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali ke zona hijau seiring dengan meningkatnya antusiasme pelaku pasar di lantai bursa.

Total nilai transaksi harian melonjak mencapai Rp12,1 triliun, tumbuh dibandingkan catatan Rp10,5 triliun pada hari sebelumnya.

Meskipun investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net sell, tekanannya menyusut drastis menjadi Rp259,4 miliar dari Rp689,8 miliar.

Dalam dunia investasi, pemilihan saham sering kali berpatokan pada dua indikator kunci, yakni Price Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV).

Rasio PER mengukur seberapa besar harga saham dibanding laba bersih perusahaan, sementara PBV membandingkan harga pasar dengan nilai aset bersih perusahaan.

Analisis mendalam terhadap kedua rasio ini menjadi krusial untuk menentukan apakah sebuah saham masih dalam kondisi murah atau telah overvalued.

Saham dengan kombinasi PER dan PBV rendah umumnya menarik perhatian investor karena dianggap memiliki valuasi yang terjangkau secara fundamental.

Sebaliknya, ketimpangan rasio—seperti PBV rendah namun PER tinggi—menuntut ketelitian ekstra dari investor guna memahami apakah kinerja laba perusahaan sedang tertekan.

Data dari Pusat Data Kontan, Kamis (9/7/2026), menunjukkan pergeseran tren pada sepuluh saham dengan PER terendah di indeks LQ45.

Sebanyak enam dari sepuluh saham tersebut berhasil ditutup menguat, sebuah perubahan drastis dibanding sesi sebelumnya yang mayoritas melemah.

PT Aneka Tambang (ANTM) menjadi salah satu sorotan utama setelah sempat menjadi pemberat indeks, namun kini berbalik menguat 2,15%.

Saham ANTM juga mencatatkan frekuensi transaksi tertinggi di kelompok saham dengan PER terendah tersebut, yakni sebanyak 19.409 kali.

Sementara itu, pada kelompok saham dengan PER tertinggi, PT Darma Henwa (DEWA) mencatatkan performa paling impresif.

Saham DEWA melonjak hingga 11,41% dengan frekuensi transaksi mencapai 51.061 kali, menjadikannya saham dengan aktivitas perdagangan paling padat.

Volume perdagangan DEWA tercatat sebanyak 1,22 miliar lembar, meningkat lebih dari empat kali lipat dibanding volume pada sesi sebelumnya.

Tidak ketinggalan, PT Barito Pacific (BRPT) turut mencatatkan kenaikan harga yang signifikan sebesar 6,67% dengan nilai transaksi mencapai Rp259,5 miliar.

PT Bumi Resources (BUMI) juga mencuri perhatian pasar dengan volume transaksi yang menembus 2,69 miliar lembar.

Meskipun volume BUMI sangat masif, nilai transaksi hariannya sebesar Rp380,3 miliar masih berada di bawah DEWA yang mencapai Rp399,9 miliar.

Perubahan komposisi terjadi pada daftar saham dengan PER tertinggi, di mana PT Vale Indonesia (INCO) kini masuk ke dalam sepuluh besar setelah menguat 2%.

Pergerakan harga saham-saham tersebut mencerminkan dinamika pasar yang mulai merespons positif perbaikan sentimen ekonomi domestik.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar