Jakarta – PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) telah resmi menetapkan daftar mitra strategis untuk menggarap proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Tahap II.
Keputusan ini mencakup pengembangan infrastruktur pengelolaan limbah di delapan wilayah strategis yang tersebar di 20 kabupaten dan kota di Indonesia.
Status penetapan mitra tersebut saat ini masih bersifat bersyarat atau conditional hingga seluruh kewajiban administratif dan teknis pengadaan terpenuhi sepenuhnya.
Proses seleksi ini mencatatkan antusiasme tinggi dari pelaku industri global di sektor pengelolaan limbah dan energi terbarukan.
Tercatat ada 68 proposal yang masuk ke meja panitia seleksi dari total 85 Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) yang sebelumnya telah diumumkan.
Setiap lokasi proyek kini telah memiliki mitra utama terpilih beserta mitra cadangan untuk memastikan keberlanjutan rencana pembangunan.
Para pemenang seleksi dijadwalkan akan segera menerima conditional letter of award (CLoA) sebagai langkah awal sebelum penetapan final dilakukan.
Chief Executive Officer DIM, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa tingginya minat investor asing merupakan sinyal positif bagi iklim investasi infrastruktur lingkungan di dalam negeri.
“Keterlibatan perusahaan-perusahaan waste to energy terkemuka dunia menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai tujuan investasi,” ujar Pandu dikutip dari keterangan resmi perusahaan, Senin (13/7).
Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum krusial bagi percepatan transfer teknologi ke sektor industri nasional.
“Kami melihat ini sebagai peluang untuk mempercepat transfer teknologi, membangun kapasitas nasional, dan memperkuat ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia,” lanjutnya.
Data DIM menunjukkan peningkatan peran signifikan dari pelaku usaha dalam negeri dalam proyek berskala besar ini.
Empat dari delapan konsorsium yang terpilih dipimpin oleh perusahaan domestik, sementara sisanya dipimpin oleh entitas asal Prancis dan Cina.
Seluruh konsorsium, baik domestik maupun asing, diwajibkan menggandeng mitra teknologi internasional untuk menjamin kualitas implementasi di lapangan.
Director Investment DIM sekaligus Chief Executive Officer Denera, Fadli Rahman, memastikan bahwa seluruh tahapan seleksi telah mengikuti standar tata kelola yang ketat.
“Penilaian mencakup aspek kredensial proyek PSEL, kemampuan finansial, kecepatan implementasi, aspek strategis dan pengelolaan risiko, hingga komitmen jangka panjang,” kata Fadli dikutip dari keterangan resmi perusahaan, Senin (13/7).
Pihaknya juga melibatkan penasihat teknis, hukum, dan komersial independen guna menjaga objektivitas selama proses penjaringan berlangsung.
Para mitra yang telah menerima CLoA kini diwajibkan menyelesaikan sejumlah prasyarat krusial sebelum mendapatkan final letter of award.
Persyaratan tersebut meliputi penyusunan studi kelayakan, finalisasi struktur proyek, pembentukan perusahaan patungan, serta pemenuhan dokumen komersial dan persetujuan pembiayaan.
Program PSEL Tahap II ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memitigasi tumpukan sampah melalui metode konversi energi.
Sebelumnya, proyek PSEL Denpasar telah diresmikan pada Rabu (8/7) pekan lalu, sementara proyek di Kota Bekasi dan Bogor Raya sedang dipersiapkan untuk segera masuk ke tahap konstruksi.
Diharapkan, proyek-proyek ini nantinya mampu memberikan kontribusi nyata dalam penciptaan lapangan kerja hijau serta penurunan emisi gas rumah kaca secara nasional.























