IHSG Anjlok, Investor Asing Lepas Saham Jumbo Senilai Rp1,17 Triliun

persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pelemahan tajam pada penutupan perdagangan Rabu (24/6/2026), melanjutkan tren negatif yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) ini ditutup merosot 3,56 persen atau terpangkas 217,45 poin ke level 5.883,88.

Kondisi pasar saham hari ini menunjukkan tekanan jual yang masif di hampir seluruh lini. Padahal, pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat menunjukkan indikasi penguatan. Namun, momentum tersebut gagal dipertahankan hingga akhir sesi, yang memicu aksi jual meluas di kalangan pelaku pasar.

Data perdagangan mencatat total volume saham yang berpindah tangan mencapai 26,49 miliar lembar dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 15,02 triliun. Sentimen negatif ini tercermin dari dominasi saham yang melemah, di mana sebanyak 611 saham ditutup di zona merah. Sementara itu, hanya 98 saham yang mampu bertahan di zona hijau dan 104 saham lainnya berakhir stagnan.

Seluruh sektor industri yang tercatat di bursa kompak mengalami tekanan, dengan sektor barang baku menjadi yang paling terpuruk setelah jatuh sebesar 6,64 persen. Pelemahan mendalam juga terjadi pada sektor energi yang turun 5,99 persen, sektor transportasi terkoreksi 4,84 persen, serta sektor infrastruktur yang melemah 4,47 persen.

Sektor lain seperti barang konsumer non primer dan perindustrian masing-masing mencatatkan penurunan sebesar 3,91 persen. Adapun sektor properti dan real estate menyusul dengan pelemahan 2,81 persen, diikuti oleh sektor keuangan yang turun 2,18 persen. Sektor barang konsumer primer, kesehatan, dan teknologi juga tidak luput dari tekanan, masing-masing melemah sebesar 1,59 persen, 1,58 persen, dan 1,57 persen.

Tekanan pada IHSG turut dipicu oleh aksi jual besar-besaran yang dilakukan oleh investor asing. Berdasarkan data bursa, investor asing mencatatkan nilai jual bersih atau net sell jumbo mencapai Rp 1,17 triliun di seluruh pasar.

Aksi divestasi asing paling signifikan menyasar saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps, terutama di sektor perbankan dan komoditas. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memuncaki daftar saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp 272,86 miliar.

Di posisi kedua, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan net sell sebesar Rp 218,14 miliar, disusul oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 111,58 miliar. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga mencatatkan nilai jual bersih asing sebesar Rp 70,89 miliar.

Daftar sepuluh saham dengan nilai net sell asing terbesar lainnya meliputi PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 53,35 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 41,52 miliar, dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Rp 33,99 miliar. Selain itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat net sell Rp 30,92 miliar, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Rp 29,51 miliar, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 26,49 miliar.

Rekomendasi