Jakarta – PT Stockbit Sekuritas Digital Indonesia mencatatkan kinerja operasional yang tetap solid di tengah tekanan pasar modal nasional sepanjang semester I-2026.
Perusahaan ini mengklaim tetap menjadi pemimpin pasar dalam hal volume transaksi di antara seluruh perusahaan efek yang menjadi Anggota Bursa.
Pencapaian tersebut diraih saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi signifikan sebesar 32,05 persen secara year to date (ytd) hingga penutupan perdagangan Jumat (3/7/2026).
Head of Corporate Communication Stockbit, William, menyatakan bahwa aktivitas bisnis perusahaan tetap berjalan dengan baik meskipun kondisi pasar sedang fluktuatif.
“Kegiatan bisnis dan operasional perusahaan berjalan dengan baik. Apabila melihat data jumlah dan volume transaksi secara year to date, Stockbit berada di peringkat teratas di antara perusahaan efek Anggota Bursa lainnya,” ujarnya dikutip dari pernyataan resmi perusahaan, Jumat (3/7/2026).
William mengungkapkan bahwa dinamika pasar yang tidak menentu tidak menyurutkan geliat transaksi investor di platform mereka.
Ia mengamati adanya pola perilaku investor yang bervariasi dalam merespons kondisi pasar saat ini.
Menurutnya, terdapat periode di mana nasabah cenderung menahan diri untuk melakukan transaksi.
Namun, di sisi lain, banyak investor tetap agresif dalam memanfaatkan peluang investasi yang muncul di tengah koreksi harga saham.
Saat ini, platform Stockbit mencatat rata-rata transaksi harian yang mencapai lebih dari 1 juta transaksi.
Pertumbuhan jumlah basis investor baru di perusahaan ini juga diklaim masih selaras dengan tren peningkatan investor di pasar modal secara nasional.
“Setiap hari, investor dari berbagai kalangan dan kelompok usia melakukan pembukaan akun di kami,” lanjutnya.
Ke depannya, pihak manajemen memastikan akan terus mengoptimalkan pengembangan fitur-fitur baru.
Langkah ini diambil guna meningkatkan aspek kenyamanan serta keamanan bagi para investor dalam melakukan transaksi di platform mereka.
Sementara itu, Direktur Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menyoroti kondisi pasar modal tahun 2026 yang diwarnai oleh tantangan berat.
Tantangan tersebut dipicu oleh koreksi IHSG serta fenomena berlanjutnya arus keluar dana asing atau foreign outflow.
Wawan menjelaskan bahwa dampak dari situasi ini pada setiap perusahaan sekuritas tidaklah sama.
Hal tersebut sangat bergantung pada model bisnis yang diterapkan oleh masing-masing pelaku pasar.
Data menunjukkan bahwa rata-rata nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia pada Juni 2026 berada di kisaran Rp20 triliun per hari.
Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata transaksi harian sepanjang tahun 2025 yang berada di angka Rp18 triliun.
Namun, aktivitas perdagangan tersebut telah mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode saat IHSG berada di puncak.
Pada masa itu, nilai transaksi harian sempat menyentuh angka sekitar Rp30 triliun per hari.
Wawan menambahkan bahwa aktivitas transaksi saat ini cenderung terkonsentrasi pada perusahaan sekuritas tertentu yang memiliki basis pengguna aktif besar.
Data C-BEST mencatat jumlah investor saham di Indonesia terus meningkat secara nasional.
Jumlah investor tumbuh dari sekitar 8,6 juta orang pada akhir 2025 menjadi sekitar 9,7 juta orang per Mei 2026.






















