Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan kinerja negatif pada perdagangan Rabu (29/7/2026).
Indeks utama bursa domestik tersebut ditutup melemah sebesar 0,63 persen ke level 6.091,38.
Penurunan ini menandai fase koreksi beruntun yang dialami IHSG selama enam hari berturut-turut.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business menunjukkan pergerakan indeks yang tertekan sepanjang sesi perdagangan.
IHSG sempat menyentuh level terendah di angka 6.029 sebelum akhirnya menetap di level 6.091,38.
Sementara itu, level tertinggi yang sempat dicapai indeks berada di posisi 6.174.
Dominasi tekanan jual terlihat jelas dari statistik emiten yang diperdagangkan di pasar.
Sebanyak 468 saham tercatat mengalami pelemahan harga saat penutupan perdagangan.
Di sisi lain, hanya 177 saham yang mampu menguat di tengah sentimen pasar yang kurang kondusif.
Sebanyak 148 saham lainnya terpantau bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Meskipun indeks terkoreksi, aktivitas perdagangan tetap terpantau ramai oleh pelaku pasar.
Total volume transaksi harian mencapai 40,14 miliar saham yang berpindah tangan.
Nilai transaksi harian yang dibukukan mencapai angka signifikan sebesar Rp 22,97 triliun.
Fenomena menarik terjadi di balik pelemahan IHSG, yakni adanya aksi beli bersih atau net buy oleh investor asing.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat investor asing membukukan pembelian bersih senilai Rp 8,97 triliun di seluruh pasar.
Angka net buy yang cukup besar ini menunjukkan adanya akumulasi saham oleh pemain asing di tengah tren penurunan indeks.
Adapun PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak diborong dengan nilai net buy mencapai Rp 94,29 miliar.
Posisi kedua ditempati oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan nilai pembelian bersih sebesar Rp 77,52 miliar.
Selanjutnya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan net buy asing sebesar Rp 34,32 miliar.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turut mencatat pembelian bersih senilai Rp 29,62 miliar.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyusul dengan nilai net buy sebesar Rp 14,24 miliar.
Emiten telekomunikasi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga masuk dalam daftar dengan nilai Rp 11,05 miliar.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan net buy sebesar Rp 8,93 miliar.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyusul dengan nilai pembelian bersih Rp 8,05 miliar.
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan nilai sebesar Rp 7,7 miliar.
Terakhir, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menutup daftar dengan nilai net buy sebesar Rp 6,82 miliar.
Kondisi pasar saat ini mencerminkan adanya ketidakseimbangan antara tekanan jual domestik dan minat beli investor asing pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Para pelaku pasar kini menanti apakah tren pelemahan enam hari ini akan segera berakhir pada perdagangan hari ini, Kamis (30/7/2026).




















