Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi pertama perdagangan Kamis (16/4/2026) di zona merah. Indeks tercatat melemah 0,36 persen atau 27,48 poin ke level 7.596,098, berlawanan dengan tren penguatan yang dialami bursa saham Asia.
Data RTI menunjukkan sebanyak 330 saham mengalami koreksi, sementara 319 saham lainnya menguat dan 167 saham bergerak stagnan. Total volume transaksi hingga siang ini mencapai 25,5 miliar saham dengan nilai turnover sebesar Rp 10,8 triliun.
Secara sektoral, pelemahan IHSG didorong oleh delapan indeks sektor. Sektor energi menjadi penekan utama dengan penurunan 0,87 persen, disusul oleh sektor infrastruktur sebesar 0,86 persen dan sektor bahan baku yang melemah 0,80 persen.
Head of Research and Education Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menjelaskan bahwa secara teknikal, indikator Stochastic RSI saat ini berada di area jenuh beli atau overbought. Selain itu, indikator MACD berada di area positif namun histogram mulai menunjukkan penyempitan.
Valdy memprediksi IHSG akan bergerak dalam rentang 7.550 hingga 7.700 pada sesi perdagangan kedua hari ini.
Sementara itu, jajaran saham yang menduduki posisi top losers dalam indeks LQ45 di antaranya PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang turun 4,20 persen ke Rp 2.280, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 3,88 persen ke Rp 6.200, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terkoreksi 3,28 persen ke Rp 3.240.
Sebaliknya, saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers LQ45 meliputi PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang naik 2,50 persen ke Rp 2.460, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menguat 2,20 persen ke Rp 6.975, serta PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang naik 2 persen ke Rp 510.



















