Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang signifikan pada perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (11/8/2026).
Indeks ditutup melemah sebesar 0,87% atau terkoreksi 55 poin ke level 6.309,90.
Kondisi ini terjadi setelah indeks sempat mencoba menguat dengan dibuka di zona hijau pada awal perdagangan.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa mayoritas sektor saham berada dalam tekanan.
Sektor perindustrian menjadi penekan utama pasar dengan penurunan mencapai 2,08%.
Penurunan juga terjadi pada sektor barang konsumer non-primer yang terkoreksi 1,50%.
Sektor properti dan real estat menyusul dengan pelemahan sebesar 1,13%.
Sektor energi juga turut melemah sebesar 1,08% di tengah sentimen pasar yang kurang kondusif.
Sektor keuangan tercatat turun 0,82%, sementara sektor barang konsumer primer dan infrastruktur masing-masing melemah 0,65%.
Berbanding terbalik dengan mayoritas sektor lainnya, sektor kesehatan justru mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis sebesar 0,11%.
Aktivitas perdagangan di pasar modal domestik terpantau cukup padat pada sesi pertama ini.
Total volume perdagangan saham mencapai 20,91 miliar lembar saham.
Nilai transaksi harian yang tercatat di bursa mencapai angka Rp 7,84 triliun.
Dinamika pasar terlihat dari dominasi saham-saham yang mengalami penurunan harga.
Tercatat sebanyak 466 saham ditutup di zona merah atau melemah.
Sementara itu, hanya 160 saham yang berhasil mencatatkan penguatan.
Sebanyak 162 saham lainnya terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Sentimen negatif juga tercermin pada indeks LQ45 yang menjadi tolok ukur saham-saham likuid.
Beberapa emiten mencatatkan penurunan signifikan dalam jajaran top losers.
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memimpin pelemahan dengan koreksi 3,38% ke level Rp 458 per saham.
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menyusul dengan penurunan sebesar 2,77% ke level Rp 1.580 per saham.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga masuk dalam daftar top losers dengan pelemahan 2,67% ke posisi Rp 182 per saham.
Di sisi lain, terdapat pula emiten yang mampu mencatatkan kinerja positif di tengah tekanan pasar.
PT Indosat Tbk (ISAT) memimpin jajaran top gainers dengan kenaikan 3,33% ke level Rp 2.170 per saham.
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menguat 2,55% menjadi Rp 805 per saham.
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) turut menguat 1,79% ke level Rp 8.525 per saham.
Pergerakan indeks hari ini menunjukkan kehati-hatian investor dalam merespons kondisi pasar domestik.
Volume transaksi yang tinggi mengindikasikan tingginya intensitas aksi jual yang dilakukan pelaku pasar sepanjang sesi pertama.
Para pelaku pasar kini menanti arah pergerakan pada sesi kedua untuk melihat apakah terdapat potensi pembalikan arah atau tekanan jual akan berlanjut hingga penutupan pasar.






















