Jakarta – Investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp 617,72 miliar di seluruh pasar modal Indonesia selama periode sepekan terakhir yang berakhir pada Jumat (17/7/2026).
Fenomena arus keluar dana asing ini terjadi di tengah performa pasar yang impresif.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berhasil mencatatkan reli penguatan selama tujuh hari berturut-turut.
Secara akumulatif, indeks domestik menguat sebesar 4,24% sepanjang pekan ini.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa posisi IHSG berhasil ditutup pada level 6.175,53 pada akhir perdagangan Jumat.
Pencapaian ini sekaligus mengukuhkan posisi indeks untuk tetap bertahan di atas level psikologis 6.000.
Meskipun secara mingguan investor asing cenderung melepas kepemilikan saham, dinamika pasar berubah drastis pada hari terakhir perdagangan.
Pada Jumat (17/7/2026), investor asing justru mencatatkan aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp 638,57 miliar.
Aksi beli pada perdagangan penutup pekan tersebut menjadi faktor kunci yang menopang penguatan IHSG.
Investor global terpantau mulai kembali mengakumulasi sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps.
Strategi selektif ini menjadi penyeimbang di tengah masih terjadinya tekanan jual pada beberapa emiten unggulan lainnya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat daftar emiten yang mencatatkan nilai net sell terbesar oleh investor asing selama sepekan.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati posisi pertama dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp 691,53 miliar.
Posisi kedua diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan total net sell sebesar Rp 410,58 miliar.
Selanjutnya, PT Astra International Tbk (ASII) mencatat net sell sebesar Rp 398,98 miliar.
Emiten ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) juga mencatatkan angka keluar dana asing sebesar Rp 180,65 miliar.
Pada urutan kelima, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatatkan angka sebesar Rp 97,02 miliar.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berada di posisi keenam dengan nilai Rp 96,09 miliar.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyusul dengan catatan net sell Rp 64,95 miliar.
Sektor perbankan kembali muncul melalui PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan nilai Rp 62,31 miliar.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatatkan angka Rp 58,52 miliar.
Terakhir, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melengkapi daftar sepuluh besar dengan nilai net sell sebesar Rp 56,13 miliar.
Reli panjang IHSG ini memberikan sentimen positif bagi para pelaku pasar domestik.
Meski demikian, investor tetap diminta mewaspadai pergerakan arus modal asing yang masih fluktuatif.
Kondisi ini mencerminkan sikap kehati-hatian pelaku pasar global dalam merespons dinamika fundamental ekonomi Indonesia.
Di sisi lain, kemampuan IHSG untuk bertahan di atas level 6.000 menjadi indikator ketahanan pasar saham nasional terhadap tekanan eksternal.
Para analis pasar modal kini menantikan kelanjutan tren ini pada perdagangan pekan depan.



















