Jakarta – Industri aset kripto di Indonesia menunjukkan tren adopsi yang terus meluas meski volume transaksi secara nasional sempat mengalami kontraksi. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total transaksi aset kripto sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 482,23 triliun dengan jumlah investor yang menembus 20,19 juta orang.
Pertumbuhan jumlah investor ini juga dirasakan oleh platform kripto PT Pintu Kemana Saja. Aplikasi Pintu kini telah diunduh lebih dari 11 juta kali, yang mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap investasi digital.
SVP Strategy & Business Pintu, Andy Putra, mengungkapkan bahwa perusahaan mencatatkan pertumbuhan pengguna terdaftar sebesar 79,29 persen secara tahunan (YoY). Selain itu, pengguna aktif bulanan tumbuh 38,37 persen dan pengguna yang melakukan trading meningkat 25,86 persen.
Pintu juga tercatat telah memperluas ekosistem produknya dengan menghadirkan hampir 400 token hingga tahun 2026. Dari jumlah tersebut, lebih dari 40 token masuk dalam kategori tokenized asset yang kini menjadi salah satu fokus pengembangan inovasi perusahaan.
Performa positif juga ditunjukkan oleh unit bisnis Pintu Futures. Pada kuartal pertama 2026, jumlah pengguna terverifikasi (KYC) di platform tersebut melonjak hingga 401 persen, sementara frekuensi order meningkat 91,61 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Guna menjaga momentum pertumbuhan, Pintu berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi mengenai aset kripto dan teknologi blockchain. Di usianya yang ke-6, perusahaan menggelar berbagai inisiatif seperti kompetisi trading dan pertemuan komunitas untuk mendorong adopsi yang lebih luas.
Sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar resmi, Andy berharap industri kripto di tanah air tidak hanya tumbuh secara statistik, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.



















