Padang – Universitas Andalas bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) FK Unand mendatangi rumah dua mahasiswi Fakultas Kedokteran yang terancam menghentikan kuliah akibat kendala biaya. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi keluarga sekaligus memastikan bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran.
Rombongan dipimpin Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, didampingi Dekan FK Unand Sukri Rahman, Ketua LAZ FK Unand Muhammad Riendra, dan Manajer LAZ Nadya Aulia.
Pada Minggu (19/4/2026), rombongan lebih dulu mendatangi rumah Faliha Ramadhani di Padang. Setelah itu, kunjungan dijadwalkan berlanjut ke kediaman Airin Maharani Santoso di Solok.
Faliha tercatat sebagai mahasiswi Pendidikan Dokter jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Ia berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Ayah Faliha bekerja sebagai pedagang bumbu di Pasar Alai dan saat ini masih menjalani pengobatan usai stroke. Dengan pendapatan keluarga sekitar Rp3 juta per bulan, Faliha kesulitan membayar uang kuliah tunggal (UKT) sebesar Rp10 juta per semester.
Beban keluarga itu juga semakin berat karena masih harus menanggung cicilan rumah dan biaya sewa tempat usaha.
“Kami melihat langsung kondisi keluarga. Mahasiswa berprestasi seperti ini harus mendapatkan dukungan agar tetap bisa melanjutkan pendidikan,” kata Muhammad Riendra.
Kondisi serupa dialami Airin Maharani Santoso. Ayahnya bekerja sebagai peladang buah naga dengan penghasilan sekitar Rp1,5 juta per bulan, sehingga keterbatasan ekonomi menjadi penghambat bagi Airin untuk terus menempuh studi di Fakultas Kedokteran.
Efa Yonnedi menegaskan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menjaga akses pendidikan tetap terbuka bagi mahasiswa berprestasi, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Universitas bersama LAZ FK Unand berupaya menjadi jaring pengaman agar mahasiswa tidak terhenti pendidikannya karena kendala biaya,” ujarnya.
Sukri Rahman menambahkan, LAZ FK Unand berperan menjembatani kebutuhan pembiayaan mahasiswa dengan dukungan alumni dan para donatur.
Sementara itu, Nadya Aulia memastikan setiap calon penerima bantuan diverifikasi secara menyeluruh agar penyalurannya benar-benar tepat sasaran.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dan alumni memberikan dukungan nyata bagi mahasiswa yang menghadapi kesulitan ekonomi agar tetap dapat menyelesaikan pendidikan.




















