Sumenep – Aksi heroik dilakukan awak kapal tanker Transko Arafura milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) saat menyelamatkan 17 korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8).
Para korban yang terdiri dari tiga awak kapal dan 14 penumpang tersebut ditemukan setelah sempat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
Kapal tanker tersebut sejatinya sedang dalam perjalanan distribusi BBM dari Ampenan menuju Belawan saat menerima informasi musibah tersebut.
VP Legal and Relation PTK, Amran Reza, menjelaskan bahwa 19 kru kapal segera melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian setelah menerima laporan kebakaran pada pukul 08.00 waktu setempat.
“Sebanyak 19 kru kapal Transko Arafura kemudian mengawasi perairan sekitar dan berusaha mencari para korban, yang dikabarkan menyeburkan dirinya ke laut,” ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/8).
Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan sehat berkat prosedur tanggap darurat yang diterapkan kru kapal.
Amran menambahkan bahwa pihaknya sangat bersyukur dapat membantu proses evakuasi dengan tetap mengedepankan aspek keamanan bagi kru, korban, maupun aset kapal.
Setelah proses penyelamatan, pihak PTK segera berkoordinasi dengan Basarnas Surabaya untuk memastikan para korban mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Nakhoda Transko Arafura, Captain Hans Kurniadi Sofyan, menyatakan bahwa sinergi antarpihak menjadi kunci keberhasilan evakuasi tersebut.
“Kami mengapresiasi dukungan serta kerja sama dan sinergi dari berbagai pihak, termasuk PTK, Pertamina Patra Niaga, beserta Basarnas Surabaya, sehingga proses evakuasi berjalan aman dan lancar,” tutur Hans.
Di sisi lain, tim SAR gabungan hingga Senin (3/8) pagi telah mengevakuasi total 234 orang dari KMP Mutiara Sentosa 2.
Data mencatat sebanyak 229 orang ditemukan dalam keadaan selamat, sementara lima orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menegaskan bahwa operasi pencarian masih terus berlanjut dengan mengerahkan berbagai unsur laut dan udara.
Hingga saat ini, otoritas terkait masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran kapal tersebut.






















