Jakarta – Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunda serangan militer terhadap Iran memicu penurunan harga minyak dunia hingga hampir 5 persen pada perdagangan Senin (3/8).
Langkah tersebut diambil Trump sebagai upaya diplomasi untuk meredam program nuklir Teheran sekaligus memulihkan akses pelayaran di Selat Hormuz.
Data Oil Price mencatat harga minyak mentah Brent terkoreksi 4,72 persen ke level US$83,78 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga melemah 5,21 persen menjadi US$80,26 per barel.
Pelemahan harga ini terjadi setelah komoditas tersebut sempat melonjak lebih dari 20 persen sepanjang bulan lalu akibat eskalasi konflik antara AS dan Iran.
Kenaikan harga sebelumnya dipicu oleh serangkaian serangan terhadap kapal tanker di sekitar Oman yang sempat melumpuhkan aktivitas pengiriman minyak di kawasan Teluk.
Melalui platform Truth Social pada Sabtu (1/8), Trump mengungkapkan bahwa Iran dan sejumlah negara Timur Tengah telah meminta tambahan waktu untuk merampungkan kesepakatan damai.
Trump optimistis kesepakatan tersebut akan menjamin pembukaan kembali Selat Hormuz secara total serta mengakhiri ancaman nuklir dari Iran.
Kendati demikian, para pelaku pasar masih bersikap waspada karena menilai situasi geopolitik saat ini masih sangat rapuh.
Analis pasar IG, Tony Sycamore, menyebut investor kini tengah mencermati potensi kegagalan negosiasi yang mungkin terulang kembali seperti pekan sebelumnya.
“Fokus terbesar adalah apakah pekan ini akan kembali mengulang pola pekan lalu, ketika harapan tercapainya kesepakatan runtuh karena Iran tetap bersikeras dan terus memanfaatkan kendalinya atas Selat Hormuz, termasuk melalui potensi serangan terhadap pangkalan militer AS atau kapal tanker yang melintas di jalur tersebut,” ujar Sycamore.





















