Kementrans Pacu Produktivitas Petani Karet Melalui Peremajaan Tanaman

persen

wamen-transmigrasi-dorong-peningkatan-produktivitas-petani-karet-nasional
Wamen Transmigrasi Dorong Peningkatan Produktivitas Petani Karet Nasional

Kutai Kartanegara – Pemerintah pusat menargetkan pemulihan ekonomi petani karet melalui perombakan total sistem perkebunan yang selama ini dinilai stagnan. Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menegaskan bahwa ketergantungan pada pohon tua menjadi penghambat utama kesejahteraan petani di daerah.

Dalam acara Rembug Tani di Desa Sebuntal, Kecamatan Marang Kayu, Sabtu (23/5/2026), Viva Yoga memaparkan bahwa mayoritas pohon karet milik petani telah berusia di atas 25 tahun. Kondisi ini menyebabkan produktivitas lahan merosot tajam dan tidak lagi ekonomis bagi petani.

“Petani karet perlu replanting atau peremajaan karena produksinya sudah turun,” tegas Viva Yoga.

Menurutnya, peremajaan tanaman merupakan langkah krusial yang harus segera dilakukan agar hasil panen kembali optimal. Selain peremajaan, pemerintah juga akan mendorong program intensifikasi melalui pemupukan berkala serta pengembangan riset bibit unggul untuk meningkatkan kualitas produksi.

Viva Yoga mengidentifikasi tiga hambatan utama yang selama ini membelenggu sektor karet nasional, yakni mandeknya program peremajaan, minimnya pemupukan intensif, serta absennya riset berskala besar. Ia menilai persoalan ini tidak bisa diselesaikan secara parsial oleh satu instansi saja.

Oleh karena itu, ia menuntut adanya kolaborasi lintas sektor yang lebih solid. Sinergi antarlembaga, mulai dari Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dinilai menjadi kunci utama dalam menyediakan infrastruktur dan riset terintegrasi guna membangkitkan kembali kejayaan sektor perkebunan karet nasional.

Rekomendasi