Rupiah Menguat ke Rp 18.076 per Dolar AS pada Jumat Siang

Rupiah Menguat ke Rp 18.076 per Dolar AS pada Jumat Siang

Jakarta – Nilai tukar rupiah di pasar spot menunjukkan performa positif pada perdagangan Jumat (31/7/2026) siang.

Data yang dihimpun dari Bloomberg menunjukkan mata uang Garuda berada di level Rp 18.076 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pukul 11.42 WIB.

Posisi ini mencatatkan penguatan sebesar 0,19% dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya yang bertengger di angka Rp 18.111 per dolar AS.

Tren penguatan rupiah ini sejalan dengan dinamika mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga sedang bergerak naik terhadap mata uang Negeri Paman Sam.

Peso Filipina memimpin penguatan di kawasan regional dengan kenaikan signifikan sebesar 0,49% pada perdagangan siang ini.

Di posisi berikutnya, rupee India mencatatkan apresiasi sebesar 0,31% terhadap dolar AS.

Selain itu, yuan China terpantau menguat 0,05%, dolar Taiwan naik 0,02%, dan dolar Hong Kong menguat tipis 0,01%.

Namun, tidak semua mata uang Asia mampu mempertahankan tren penguatan di tengah fluktuasi pasar global.

Beberapa mata uang utama lainnya justru mengalami tekanan pelemahan yang cukup dalam terhadap dolar AS.

Won Korea tercatat melemah paling tajam sebesar 1,13%, diikuti oleh yen Jepang yang terkoreksi sebesar 0,73%.

Sementara itu, dolar Singapura mencatat pelemahan 0,19%, baht Thailand turun 0,02%, dan ringgit Malaysia melemah tipis 0,005%.

Kondisi pasar mata uang regional yang bervariasi ini terjadi di tengah penguatan indeks dolar secara global.

Indeks dolar yang mengukur nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia terpantau berada di posisi 100,21.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan jika dibandingkan dengan posisi penutupan hari sebelumnya yang berada di level 99,86.

Kenaikan indeks dolar ini mengindikasikan adanya tekanan beli yang cukup kuat terhadap mata uang AS di pasar internasional.

Kendati indeks dolar mengalami kenaikan, rupiah tetap mampu mempertahankan momentum penguatan di pasar domestik.

Pergerakan nilai tukar ini terjadi bersamaan dengan aktivitas di pasar modal Indonesia yang juga menunjukkan gairah positif.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat naik sebesar 0,48% ke level 6.216 pada perdagangan sesi pertama hari ini.

Sejumlah saham emiten berkapitalisasi besar seperti INCO, SCMA, dan ASII menjadi pendorong utama atau top gainers dalam indeks LQ45.

Analisis pasar menunjukkan bahwa stabilitas rupiah sangat dipengaruhi oleh sentimen domestik dan aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan.

Para pelaku pasar saat ini masih terus memantau perkembangan data ekonomi global yang memengaruhi kebijakan moneter di berbagai negara.

Ketidakpastian kebijakan suku bunga global juga menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan mata uang di Asia hingga penutupan pasar sore nanti.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar