Likuiditas dan AI Dorong Era Baru Pertumbuhan Private Equity

persen

Jakarta – Sektor private equity global diprediksi memasuki fase pemulihan yang signifikan pada 2026. Setelah sempat tertekan oleh tingginya suku bunga dan ketatnya akses kredit pascapandemi, pasar kini mulai menunjukkan sinyal kebangkitan berkat normalisasi kondisi ekonomi global.

Dalam laporan Alternative Investments Outlook 2026, J.P. Morgan Asset Management menyebutkan bahwa penurunan suku bunga, perbaikan likuiditas, serta meningkatnya aktivitas merger dan akuisisi (M&A) menjadi katalis utama bagi pasar. Sepanjang 2025, pasar telah menunjukkan tanda-tanda stabilitas dengan kembalinya sentimen positif investor.

Ada dua faktor utama yang diyakini membentuk dinamika private equity tahun depan. Pertama, kembalinya aktivitas transaksi secara masif seiring dengan aktifnya kembali para pelaku pasar, baik pembeli, penjual, maupun penyedia pinjaman. Kedua, munculnya gelombang inovasi di sektor kecerdasan buatan (AI) dan kesehatan yang menawarkan potensi nilai jangka panjang yang besar.

Kesenjangan harga antara penjual dan pembeli yang sempat membekukan pasar sejak 2022 kini mulai menipis akibat normalisasi ekspektasi valuasi. Kondisi ini diperkuat dengan pulihnya pasar kredit, di mana penurunan biaya pembiayaan membuat transaksi leveraged buyout (LBO) kembali menarik, terutama di segmen pasar skala kecil hingga menengah.

J.P. Morgan mencatat penurunan biaya pendanaan terlihat jelas dari tren transaksi direct lending. Jika pada 2023 sebagian besar transaksi dipatok pada SOFR plus 600 basis poin, maka pada 2025 sekitar 50 persen transaksi telah berada di bawah level tersebut. Segmen perusahaan menengah dinilai sangat potensial karena menawarkan fleksibilitas operasional dan peluang efisiensi yang lebih luas.

Inovasi di bidang teknologi, khususnya AI, kini menjadi penggerak utama penciptaan nilai di pasar privat. Banyak perusahaan teknologi besar memilih untuk bertahan sebagai entitas privat lebih lama sebelum memutuskan melantai di bursa saham. Sebagai gambaran, perusahaan seperti OpenAI dan Databricks telah mencatatkan valuasi fantastis di pasar privat.

Proyeksi optimis ini juga didukung oleh sektor kesehatan yang terus berkembang. Kemajuan dalam terapi genetik, penggunaan AI untuk penemuan obat, hingga precision medicine dianggap sebagai sumber pertumbuhan baru yang menjanjikan. Dengan valuasi sektor kesehatan yang sempat terkoreksi dalam, investor kini memiliki momentum yang tepat untuk masuk ke pasar.

Selain itu, pasar secondary private equity diproyeksikan terus tumbuh pesat. Setelah mencapai nilai transaksi global sebesar US$ 160 miliar pada 2024, angka tersebut diperkirakan akan menembus US$ 200 miliar pada 2025. Secara keseluruhan, tahun 2026 dipandang sebagai periode menjanjikan bagi industri private equity yang didukung oleh membaiknya likuiditas dan inovasi yang terus melaju.

Rekomendasi