Prabowo Instruksikan Pindad Rancang Mobil Transparan untuk Sapa Warga

persen

Nganjuk – Presiden Prabowo Subianto berencana meminta PT Pindad untuk merancang mobil kepresidenan khusus yang dilengkapi dengan bagian kaca transparan. Inovasi ini diusulkan agar masyarakat dapat melihat langsung dan berinteraksi lebih dekat dengan Presiden saat melakukan kunjungan kerja di berbagai daerah.

Prabowo mengungkapkan keinginan tersebut di sela-sela peresmian operasionalisasi 1.061 unit Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Menurutnya, mobil dengan desain khusus ini penting agar ia tidak perlu berdiri terus-menerus di dalam kendaraan saat menyapa warga yang telah menanti di pinggir jalan.

“Saya sedang berpikir meminta Pindad mendesain mobil khusus presiden menggunakan kaca agar masyarakat bisa melihat jelas. Masa presiden di dalam kendaraan kan tidak lucu, terpaksa aku berdiri. Saya sudah berusia 75 tahun, tapi saya kasihan melihat rakyat sudah menunggu lama,” ujar Presiden.

PT Pindad sendiri sebelumnya telah menjadi produsen mobil dinas Presiden Prabowo yang dikenal dengan nama Maung. Sebagai perusahaan BUMN, Pindad memiliki keahlian dalam memproduksi berbagai kendaraan khusus serta produk pertahanan keamanan lainnya.

Selain menyampaikan rencana pengembangan mobil tersebut, kunjungan kerja Presiden di Jawa Timur kali ini memiliki fokus utama pada penguatan ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan. Di Nganjuk, Presiden meresmikan Museum Ibu Marsinah, Rumah Singgah, serta operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih untuk memperkuat ekonomi berbasis desa.

Agenda kunjungan kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Tuban untuk menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya pemerintah dalam menjaga produktivitas sektor pertanian serta memastikan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Presiden didampingi oleh sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Rekomendasi