Tangerang – Pemerintah memastikan akan mempermudah iklim investasi bagi pelaku industri otomotif melalui pembentukan satuan tugas (satgas) debottlenecking.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa satgas tersebut dibentuk untuk menghapus berbagai hambatan yang selama ini dikeluhkan oleh pengusaha, baik domestik maupun asing.
“Seluruh pengusaha bisa menyampaikan keluhan melalui satgas tersebut yang proses penanganannya dilakukan secara terbuka dan dipantau langsung oleh Presiden Prabowo,” ujar Purbaya dalam acara GIIAS di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (4/8).
Purbaya menjamin pemerintah akan memberikan dukungan maksimal bagi dunia usaha selama mereka berkontribusi dalam membangun ekonomi Indonesia.
Namun, ia memberikan catatan khusus agar para pelaku usaha tetap patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
“Selama Anda membangun Indonesia, pemerintah akan memberi support yang maksimum, asal Anda bayar pajak ya,” tegasnya.
Optimisme pemerintah ini didorong oleh membaiknya Purchasing Managers Index (PMI) pada Juli lalu setelah sempat menyentuh titik terendah pada Mei 2026.
Purbaya menilai peningkatan PMI tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sektor manufaktur akan segera berekspansi.
“Sekarang PMI sudah meningkat, artinya sektor manufaktur kemungkinan akan berekspansi dalam waktu dekat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan fiskal Presiden Prabowo telah berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5,4 persen dalam dua kuartal terakhir.
Pemerintah kini menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat mendekati angka 6 persen pada paruh kedua tahun ini.
Purbaya pun meminta pelaku industri otomotif tidak perlu khawatir terhadap kondisi ekonomi ke depan.
“Saya jaga terus kondisi perekonomian untuk memastikan demand kita terjaga dengan baik dan ada cukup uang untuk mendorong perekonomian,” pungkasnya.





















