Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan tekanan jual yang cukup signifikan.
Pergerakan pasar saham domestik ditutup melemah sebesar 0,25 persen atau terkoreksi 16,8 poin ke level 6.619,67 pada Senin (7/9/2026).
Data yang dihimpun dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa indeks sempat menyentuh level terendah di angka 6.610.
Rentang pergerakan indeks sepanjang sesi perdagangan kemarin berada di antara level 6.610 hingga titik tertinggi di level 6.667.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan total volume transaksi mencapai 37,04 miliar lembar saham.
Nilai transaksi harian yang dibukukan oleh pelaku pasar mencapai angka Rp 13,72 triliun.
Sentimen negatif mendominasi pasar lantaran jumlah saham yang melemah mencapai 332 emiten.
Di sisi lain, hanya terdapat 281 saham yang mampu mencatatkan penguatan.
Sementara itu, sebanyak 179 saham lainnya terpantau bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Tekanan pada IHSG juga diperparah oleh aksi lepas saham yang dilakukan oleh investor asing di seluruh pasar.
Data RTI Business mencatat bahwa investor asing membukukan nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp 678,55 miliar.
Aksi jual asing ini terlihat menyasar sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar atau big caps.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing dengan nilai mencapai Rp 121,18 miliar.
Posisi kedua ditempati oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan nilai net sell sebesar Rp 87,94 miliar.
Selanjutnya, saham PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan nilai jual bersih asing senilai Rp 64,85 miliar.
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyusul di urutan keempat dengan nilai net sell Rp 62,26 miliar.
Sektor perbankan juga tidak luput dari aksi jual investor asing pada perdagangan kemarin.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan nilai jual bersih asing sebesar Rp 52,96 miliar.
Kemudian, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan nilai jual bersih asing senilai Rp 50,89 miliar.
Investor asing juga melepas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai Rp 37,7 miliar.
Saham lainnya yang masuk dalam daftar jual bersih asing adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) senilai Rp 29,15 miliar.
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatatkan nilai jual bersih asing sebesar Rp 24,31 miliar.
Terakhir, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melengkapi daftar dengan nilai jual bersih asing senilai Rp 23,49 miliar.
Kondisi pasar yang tertekan ini menuntut investor untuk lebih cermat dalam memantau sentimen global maupun domestik.
Para pelaku pasar kini menanti peluang penguatan terbatas yang diprediksi oleh sejumlah analis untuk perdagangan Selasa (8/9/2026).
Strategi pemilihan saham yang selektif menjadi kunci utama bagi investor dalam menghadapi volatilitas pasar saat ini.























