Pasca IPO, JECX Pacu Ekspansi Bidik Pendapatan Rp 1 Triliun

Ikhwan Setiawan

Pasca IPO, JECX Pacu Ekspansi Bidik Pendapatan Rp 1 Triliun

Jakarta – PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), operator jaringan JEC Eye Hospitals & Clinics, kini memacu strategi pertumbuhan bisnis secara agresif pasca-pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Langkah strategis ini menandai babak baru bagi perusahaan yang telah berkecimpung di industri kesehatan mata selama lebih dari empat dekade sejak berdiri tahun 1984.

Perusahaan resmi melantai di bursa pada 7 Juli 2026 dengan melepas total 15% saham kepada publik.

Total perolehan dana dari penawaran umum perdana saham tersebut mencapai Rp609,97 miliar.

Presiden Direktur JECX, Johan A. Hutauruk, menyatakan bahwa suntikan modal dari pasar saham menjadi instrumen krusial untuk memperkokoh posisi keuangan perusahaan di tengah rencana ekspansi yang masif.

“Dana hasil IPO akan dimanfaatkan untuk memperkuat struktur keuangan sekaligus mendukung agenda ekspansi perusahaan,” ungkap Johan dalam keterangan resminya yang dikutip pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Prioritas utama dari penggunaan dana tersebut adalah pembangunan JEC Bali Sanur yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali.

Fasilitas ini nantinya akan beroperasi dengan standar internasional melalui konsep “Blue Hospital”.

Pembangunan tersebut merupakan upaya strategis perusahaan dalam menangkap potensi pasar wisata medis atau medical tourism di Indonesia.

Selain pengembangan infrastruktur, perusahaan mengalokasikan dana sebesar Rp140 miliar untuk melunasi kewajiban utang kepada PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank HSBC Indonesia.

Sebanyak Rp185 miliar lainnya dialokasikan sebagai tambahan modal bagi berbagai entitas anak perusahaan.

Sisa dana yang tersedia akan digunakan sebagai modal kerja operasional hingga akhir tahun 2027.

Saat ini, JECX telah mengoperasikan lima rumah sakit khusus mata dan 11 klinik yang tersebar di wilayah strategis, termasuk Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Sulawesi.

Manajemen JECX menargetkan pendapatan tahun berjalan 2026 berada di kisaran Rp900 miliar hingga Rp1 triliun.

Target laba bersih yang dipatok perusahaan untuk tahun yang sama berada di angka Rp320 miliar.

Direktur Keuangan JEC Group, Budi Djatmiko, menegaskan bahwa target tersebut tetap realistis untuk dicapai.

Meski demikian, manajemen tetap mewaspadai tantangan industri kesehatan, seperti fluktuasi harga alat kesehatan dan potensi perlambatan permintaan tindakan medis akibat dinamika kondisi ekonomi.

Untuk menjaga pertumbuhan kinerja di tengah tekanan tersebut, perusahaan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan efisiensi operasional.

Tren kinerja keuangan JECX dalam tiga tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang konsisten.

Pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp825,1 miliar pada 2023, kemudian meningkat menjadi Rp887,7 miliar pada 2024, dan kembali naik ke level Rp926,8 miliar pada 2025.

Sementara itu, laba bersih perusahaan sempat mengalami kontraksi pada 2024 menjadi Rp65,01 miliar dari Rp114,1 miliar di tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut terjadi akibat beban investasi dari pembukaan sejumlah unit layanan baru.

Namun, kinerja profitabilitas kembali menunjukkan tren positif dengan kenaikan 13% mencapai Rp73,76 miliar pada akhir 2025.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar