Jakarta – Pemerintah bersiap mengoperasikan puluhan ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) pada Agustus mendatang. Kesiapan ini ditandai dengan rampungnya proses seleksi bagi 35 ribu tenaga pengelola profesional yang akan ditempatkan di berbagai wilayah.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mematangkan persiapan pelatihan bagi para calon manajer tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan operasional koperasi berjalan optimal, tidak hanya dari sisi fisik bangunan, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.
“Tahap seleksinya sudah selesai dan sekarang memasuki tahap persiapan pelatihan. Insya Allah nanti Agustus akan ditempatkan di seluruh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih,” ujar Ferry, Selasa (2/6).
Secara rinci, pemerintah merekrut 30 ribu manajer untuk Kopdes Merah Putih dan 5.000 manajer untuk Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Antusiasme masyarakat terhadap program ini tergolong tinggi, dengan total pendaftar mencapai 383.830 orang.
Ferry menekankan bahwa kehadiran manajer profesional sangat krusial karena Kopdes Merah Putih akan menjalankan fungsi yang kompleks. Selain ritel barang pokok dan subsidi, koperasi ini diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan, lembaga keuangan mikro, hingga logistik.
“Pengelolaan koperasi tidak hanya menyangkut aktivitas ritel, tetapi juga berbagai layanan lain yang membutuhkan sumber daya manusia terlatih,” jelasnya.
Terkait infrastruktur, pemerintah melaporkan sebanyak 11.030 bangunan fisik koperasi telah rampung 100 persen, sementara 23 ribu unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Targetnya, minimal 20 ribu koperasi sudah bisa beroperasi penuh pada Agustus nanti.
Para manajer yang terpilih nantinya akan berstatus sebagai pegawai BUMN dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara. Mereka diwajibkan mengikuti pelatihan manajerial dan perkoperasian selama dua bulan sebelum resmi bertugas di lapangan.
Keberhasilan program ini nantinya akan diukur dari efektivitas koperasi dalam menekan harga kebutuhan pokok serta menyediakan akses pembiayaan bunga rendah bagi masyarakat desa.






















