Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Pilihan untuk Senin 13 Juli

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari Jumat (7/10/2026) dengan penguatan tipis sebesar 11,91 poin atau 0,20%, menempatkan indeks pada level 5.924,36.

Data pasar mencatat aktivitas perdagangan yang cukup dinamis dengan total 364 saham mengalami kenaikan, sementara 241 saham terkoreksi dan 185 saham lainnya tidak bergerak dari posisi pembukaan.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai tren positif ini didorong oleh aksi technical rebound setelah periode koreksi yang dialami pasar sebelumnya.

Ia menambahkan bahwa sentimen domestik memegang peran krusial dalam menjaga stabilitas indeks di tengah tekanan eksternal.

“Penguatan ini didukung oleh membaiknya sejumlah sentimen domestik, termasuk kenaikan cadangan devisa menjadi US$145,6 miliar dan optimisme terhadap kebijakan pemerintah,” ujar Reza dikutip dari pernyataan resminya, Jumat (10/7/2026).

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap rilis data ekonomi nasional, seperti angka inflasi dan neraka perdagangan yang dinilai cukup solid, turut memperkuat kepercayaan investor.

Di sisi lain, pelaku pasar tengah memantau masuknya Indonesia ke dalam daftar pengawasan atau watchlist Frontier Market oleh S&P Dow Jones.

Meski begitu, Reza menilai dampak dari pengumuman tersebut terhadap pasar modal domestik relatif terbatas.

“Perhatian investor asing masih lebih tertuju pada evaluasi MSCI dan FTSE Russell yang memiliki pengaruh lebih besar terhadap arus dana pasif,” jelasnya.

Ketidakpastian dari faktor eksternal masih membayangi pergerakan pasar, terutama terkait risalah pertemuan FOMC yang memperkuat narasi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama atau higher for longer.

Kondisi ini memicu penguatan nilai tukar dolar AS, yang pada gilirannya menekan rupiah hingga mendekati level Rp18.100 per dolar AS.

“Selain itu, kembali memanasnya konflik AS-Iran meningkatkan harga minyak dunia dan menjaga volatilitas pasar tetap tinggi,” ungkap Reza.

Secara teknikal, analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyoroti bahwa kenaikan IHSG sebesar 0,83% sepanjang pekan ini dibarengi dengan munculnya volume pembelian yang signifikan.

Ia mencatat bahwa pergerakan harga komoditas global, khususnya minyak mentah yang berada di level US$71 per barel dan emas di angka US$4.106 per ons troi, menjadi indikator penting bagi investor.

Reza memperkirakan IHSG akan tetap bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas, dengan support di kisaran 5.850–5.880 dan resistance psikologis di level 6.000–6.050.

“Momentum teknikal mulai membaik seiring MACD yang bergerak positif, namun IHSG masih perlu menembus area 6.000 sebagai konfirmasi penguatan lanjutan,” kata Reza.

Sementara itu, Herditya memproyeksikan IHSG pada perdagangan berikutnya akan bergerak dengan support di level 5.904 dan resistance di 5.939.

Terkait strategi investasi, Herditya merekomendasikan investor untuk mencermati saham ARCI dengan target harga Rp1.115 – Rp1.225, BMRI di kisaran Rp4.180 – Rp4.270, serta TAPG pada level Rp1.625 – Rp1.700 per saham.

Reza turut menyarankan aksi beli untuk saham ELSA dengan target Rp670 – Rp685 dan PGAS pada rentang Rp1.480 – Rp1.520, serta trading buy untuk ARCI dengan target harga Rp1.020 – Rp1.050 per saham.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar