Jakarta – Pasar saham Indonesia memasuki bulan Agustus 2026 dengan optimisme yang cukup tinggi.
Data historis selama 11 tahun terakhir menunjukkan bahwa periode Agustus cenderung memberikan hasil positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Catatan dari Bloomberg Terminal menunjukkan IHSG mencatatkan kenaikan rata-rata sebesar 1,36% sepanjang bulan Agustus dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Tingkat probabilitas kenaikan indeks pada periode ini bahkan mencapai angka 90% dengan rata-rata imbal hasil sekitar 2,1%.
Customer Engagement & Market Analyst Department Head BRI Danareksa Sekuritas, Chory Agung Ramdhani, menyatakan bahwa bulan ini berpotensi menjadi salah satu periode terbaik bagi pasar saham domestik.
Pernyataan tersebut disampaikan Chory dalam wawancara pada Minggu (2/8/2026).
Optimisme ini didorong oleh berlanjutnya musim laporan keuangan Semester I 2026 yang dinilai solid oleh pelaku pasar.
Kinerja emiten yang kuat diprediksi akan memicu revisi ke atas terhadap proyeksi laba atau earnings upgrade.
Selain faktor fundamental, pasar juga menantikan agenda peninjauan ulang atau rebalancing indeks, termasuk Indeks Kompas100.
Kegiatan rebalancing ini diproyeksikan mampu meningkatkan volume transaksi karena adanya penyesuaian portofolio dari para manajer investasi.
Meskipun demikian, dampak dari rebalancing tersebut cenderung bersifat jangka pendek terhadap likuiditas pasar.
Arah tren pasar secara luas akan tetap bergantung pada dinamika suku bunga global, kondisi geopolitik, serta fundamental emiten itu sendiri.
Chory menambahkan bahwa pelemahan Indeks Kompas100 secara year-to-date justru membuka peluang bagi pemulihan harga jika sentimen pasar membaik.
Terdapat empat katalis utama yang dapat mendorong penguatan pasar, yakni kinerja keuangan yang solid di sektor perbankan, energi, dan konsumer.
Faktor lainnya adalah rotasi dana investor ke saham-saham berkapitalisasi besar yang saat ini memiliki valuasi menarik.
Ekspektasi mengenai stabilitas kebijakan moneter global serta data ekonomi domestik yang kuat juga menjadi pendorong utama.
“Dengan demikian, kami melihat ruang pemulihan Kompas100 masih terbuka, meskipun volatilitas tetap perlu diwaspadai karena risiko geopolitik dan dinamika global masih cukup tinggi,” ujar Chory Agung Ramdhani.
Dalam menghadapi kondisi pasar bulan ini, investor disarankan untuk fokus pada saham yang memiliki fundamental kuat sekaligus memiliki momentum teknikal yang positif.
Beberapa saham yang mendapatkan perhatian khusus meliputi PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) karena valuasinya yang kini dinilai semakin atraktif pasca koreksi.
Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga dinilai potensial berkat adanya akumulasi pembelian oleh investor asing.
Selain itu, PT Petrosea Tbk (PTRO) direkomendasikan karena didukung oleh perolehan kontrak baru yang signifikan serta prospek teknikal yang stabil.
Investor tetap diingatkan untuk memperhatikan area support dan resistance guna memitigasi risiko di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.



















