Jakarta – Standard Chartered mulai merevisi proyeksi kenaikan harga Bitcoin menjelang akhir tahun 2026.
Lembaga keuangan global tersebut kini menilai target US$100.000 yang sempat ditetapkan sebelumnya cenderung terlalu konservatif.
Bitcoin kini diproyeksikan memiliki potensi untuk menembus rekor harga tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) di kisaran US$126.000.
Perubahan pandangan ini didasarkan pada dinamika pasar yang menunjukkan percepatan pemulihan harga setelah memasuki awal Oktober.
Global Head of Digital Asset Research Standard Chartered Geoff Kendrick menyatakan bahwa reli harga terkini dipicu oleh aksi likuidasi posisi short secara masif.
Selain itu, arus modal yang masuk ke produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin berbasis spot kembali menunjukkan tren penguatan yang signifikan.
“Untuk pertama kalinya tahun ini, ada risiko bahwa proyeksi akhir tahun saya sebesar US$100.000 terlalu rendah,” ujar Kendrick sebagaimana dikutip dari catatan yang dibagikan kepada Cointelegraph, Jumat (21/8/2026).
Rendahnya tingkat open interest di pasar saat ini dinilai membuka ruang lebar bagi investor untuk mengakumulasi aset kembali.
Kondisi tersebut memungkinkan arus masuk dana baru seiring dengan kenaikan harga yang terus berlanjut di pasar kripto.
Sebelumnya, pada 12 Februari lalu, Standard Chartered sempat bersikap lebih berhati-hati dengan memangkas target harga Bitcoin menjadi US$100.000 dari proyeksi awal US$150.000.
Kala itu, bank tersebut juga melakukan penyesuaian target harga untuk aset kripto Ether ke level US$4.000 dari sebelumnya US$7.500.
Analisis masa lalu sempat memprediksi adanya tekanan jual yang bisa mendorong harga Bitcoin hingga ke level US$50.000.
Namun, data terkini dari CoinMarketCap pada Jumat (21/8/2026) menunjukkan harga Bitcoin telah mencapai level US$77.091.
Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 7,81% dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Sentimen positif ini turut didukung oleh pandangan sejumlah pelaku industri yang melihat tren bearish mulai kehilangan momentumnya.
CEO Swan Bitcoin, Cory Klippsten, memproyeksikan bahwa titik terendah pasar kripto kemungkinan besar akan terjadi pada Oktober.
Senada dengan hal tersebut, pendiri 10x Research, Markus Thielen, menyatakan bahwa penutupan harga di atas US$63.000 pada Agustus menjadi indikator kuat pembalikan arah pasar.
Optimisme pasar kini semakin menguat seiring dengan konsistensi kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir.
Apabila momentum pemulihan ini terus terjaga, pengujian kembali terhadap rekor tertinggi di angka US$126.000 dipandang sebagai skenario yang sangat realistis.
Pergeseran proyeksi dari Standard Chartered ini menjadi sinyal penting bagi para investor mengenai perubahan sentimen di pasar aset digital global.




















