Strategi Cermat Berburu Dividen Menjelang Periode Cum Date

Kholida Rahman

Strategi Cermat Berburu Dividen Menjelang Periode Cum Date

Jakarta – Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan membagikan dividen pada periode akhir September hingga Oktober 2026.

Investor diimbau untuk menyusun strategi matang guna mengantisipasi risiko penurunan harga saham setelah memasuki periode ex-dividend.

Beberapa perusahaan yang masuk dalam daftar pembagian dividen meliputi PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI), PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA), serta PT Victoria Investama Tbk (VICO).

Selain itu, terdapat PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII), PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang turut memberikan distribusi kepada pemegang saham.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengingatkan bahwa dividend yield bukanlah jaminan keuntungan pasti bagi investor.

Secara teoretis, harga saham akan terkoreksi turun sebesar nilai dividen pada saat ex-date.

“Risiko dividend trap muncul ketika investor membeli saham hanya karena yield terlihat tinggi, tetapi setelah ex-date harga mengalami koreksi lebih dalam daripada nilai dividen sehingga capital loss menggerus bahkan melebihi pendapatan dividen,” ujar Nafan dikutip dari laman resmi Kontan, Rabu (23/9/2026).

Nafan menyarankan investor untuk tidak sekadar mengejar dividen, melainkan memperhatikan fundamental perusahaan.

Indikator penting yang perlu dicermati meliputi rasio pembayaran dividen (payout ratio), arus kas, serta rekam jejak pembagian dividen emiten tersebut.

Strategi akumulasi bertahap disarankan bagi investor dibandingkan hanya membeli pada hari terakhir cum date.

Investor juga perlu menghitung total return yang merupakan dividen diterima dikurangi potensi capital loss setelah ex-date.

Sementara itu, Senior Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, menyoroti beberapa saham dengan dividend yield yang cukup mencolok.

BSSR menawarkan yield sekitar 7,4%, disusul KKGI sebesar 6,1%, dan HEXA sekitar 5,8%.

“Dividend capture dapat dilakukan dengan membeli sebelum cum date dan menjual setelah ex-date, tetapi risikonya adalah koreksi harga melebihi nilai dividen,” jelas Sukarno.

Sukarno menambahkan bahwa investor yang ingin bermain lebih konservatif dapat menunggu tekanan harga setelah ex-date terjadi.

Saham BSSR dan KKGI dinilai menarik karena dukungan bisnis batu bara serta kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas.

Namun, ia mengingatkan bahwa kedua emiten tersebut tetap sensitif terhadap volatilitas harga komoditas.

Terkait jadwal, KKGI menetapkan cum dividen pasar reguler pada 23 September 2026 dengan pembayaran dijadwalkan 15 Oktober 2026.

HEXA akan melakukan cum dividen pada 25 September 2026, disusul VICO dan IFII pada 28 September 2026.

Adapun BSSR menetapkan cum dividen pada 29 September 2026 dengan rencana pembayaran pada 9 Oktober 2026.

Bagi investor jangka pendek, disiplin terhadap level support dan batas risiko dinilai krusial.

Sedangkan untuk investor jangka menengah hingga panjang, fokus utama sebaiknya tetap pada kemampuan emiten dalam menjaga laba dan arus kas secara berkelanjutan setelah distribusi dividen.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar