Diversifikasi Portofolio
5 Cara Aman dan Legal Membeli Saham Luar Negeri
Jul. 15, 2026
Agu. 29, 2026
Dominasi sektor teknologi dan AI memicu kekhawatiran baru terkait konsentrasi pasar saham global yang berisiko tinggi. S&P memperingatkan investor akan bahaya ketergantungan pada segelintir perusahaan raksasa dan menyarankan diversifikasi portofolio untuk meminimalisasi volatilitas pasar.
Agu. 11, 2026
Mandiri Investasi resmi meluncurkan Reksadana Syariah Mandiri ETF Emas dengan ticker XMES di Bursa Efek Indonesia. Produk ini menawarkan akses investasi emas yang transparan dan efisien, dengan target dana kelolaan mencapai Rp 1 triliun.
Jul. 18, 2026
Di tengah volatilitas pasar akibat sentimen global, valuasi saham yang terkoreksi kini menjadi peluang emas untuk akumulasi aset. Investor disarankan untuk tetap tenang, disiplin melakukan diversifikasi, dan fokus pada fundamental perusahaan untuk menjaga stabilitas portofolio jangka panjang.
Jul. 15, 2026
Ingin mendiversifikasi portofolio ke pasar global? Simak 5 cara aman dan legal untuk membeli saham luar negeri, mulai dari memilih broker terpercaya hingga strategi eksekusi transaksi yang efektif bagi investor pemula.
Dominasi sektor teknologi dan AI memicu kekhawatiran baru terkait konsentrasi pasar saham global yang berisiko tinggi. S&P memperingatkan investor akan bahaya ketergantungan pada segelintir perusahaan raksasa dan menyarankan diversifikasi portofolio untuk meminimalisasi volatilitas pasar.

Meskipun IHSG mencatat penguatan mingguan dengan aliran dana asing yang deras, sejumlah saham justru mengalami tekanan jual signifikan. Simak daftar emiten yang paling banyak dilepas oleh investor asing sepanjang pekan terakhir, mulai dari VKTR hingga EMAS.

PT Dirgantara Indonesia optimistis membidik pasar penerbangan global melalui pesawat N219 di segmen 19 penumpang. Dengan kandungan lokal mencapai 45 persen, N219 menjadi karya murni anak bangsa yang dirancang untuk memperkuat konektivitas di wilayah terpencil dengan infrastruktur terbatas.

S&P Dow Jones Indices menilai pasar saham Indonesia tetap menarik bagi investor global dengan dividend yield yang menembus 6 persen. Meski sempat terkoreksi, valuasi saham domestik saat ini dianggap lebih kompetitif dan mulai memicu aksi beli dari berbagai manajer investasi internasional.




