Jakarta – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melaporkan kinerja operasional yang dinamis sepanjang semester I-2026 melalui ekspansi agresif di sektor infrastruktur dan logistik.
Pendapatan bersih perusahaan tercatat tumbuh sebesar 22,8% secara tahunan (yoy) menjadi US$ 82,1 juta.
Lonjakan pendapatan tersebut mayoritas disokong oleh segmen logistik yang mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 80,2% yoy menjadi US$ 27 juta.
Pertumbuhan di lini logistik ini didorong oleh penguatan bisnis maritim serta perluasan operasional di sektor darat.
Sementara itu, segmen energi memberikan kontribusi pendapatan sebesar US$ 51,8 juta atau meningkat 5,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Efisiensi operasional tercermin melalui kenaikan laba bruto sebesar 2,8% yoy menjadi US$ 19,6 juta.
Profitabilitas perusahaan juga terjaga dengan peningkatan EBITDA sebesar 25,3% yoy menjadi US$ 31,6 juta.
Margin EBITDA perusahaan pun tercatat menguat dari 37,7% menjadi 38,5% pada paruh pertama tahun ini.
Namun, laba bersih CDIA mengalami tekanan dengan penurunan sebesar 74% yoy menjadi US$ 19,3 juta.
Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan beban pokok pendapatan yang mencapai 30,9% yoy atau sebesar US$ 62,5 juta.
Meski demikian, posisi kas dan setara kas serta surat berharga perusahaan tetap solid di angka US$ 658,7 juta.
Rasio utang terhadap kapitalisasi perusahaan berada pada level moderat sebesar 41% per 30 Juni 2026.
Manajemen CDIA dalam keterbukaan informasi, Rabu (29/7/2026) menyatakan bahwa posisi likuiditas yang kuat memberikan fleksibilitas keuangan untuk mendukung pengembangan proyek-proyek strategis.
Perusahaan tetap menjalankan investasi secara disiplin guna meningkatkan pendapatan berulang dan berbasis kontrak, menurut Manajemen CDIA.
Pencapaian strategis lainnya meliputi pelayaran perdana kapal logistik cair kimia, Novah, yang memiliki kapasitas 9.000 DWT.
Kapal ini merupakan hasil kolaborasi dengan Usuki Shipyard untuk memperkuat kapabilitas logistik maritim domestik maupun internasional.
Ekspansi bisnis juga dilakukan melalui akuisisi 40% kepemilikan di PT Armada Maritim Persada senilai US$ 90 juta.
Langkah ini bertujuan memperluas kehadiran perusahaan di sektor logistik pertambangan dan jasa pengelolaan pelabuhan.
Selain itu, investasi sebesar US$ 15,5 juta digelontorkan untuk mengakuisisi 49% saham Petrosea Services Solutions Pte. Ltd.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas basis pelanggan, diversifikasi arus kargo, dan memberikan potensi dividen di masa depan.
Pada pilar kepelabuhanan, PT SCG Barito Logistics menjalin kemitraan dengan PT Krakatau Bandar Samudera untuk pengembangan layanan penyimpanan peti kemas.
Pembangunan fasilitas penyimpanan bitumen di Merak kini telah mencapai progres 75% dan dijadwalkan beroperasi pada kuartal ketiga 2026.
Di sektor energi, perusahaan kini merambah bisnis rendah karbon melalui studi kelayakan proyek waste-to-energy Danantara di Serang.
Ke depan, perusahaan memfokuskan diri pada penyelesaian proyek yang sedang berjalan serta peningkatan kontribusi pendapatan dari pihak ketiga.























