Pendapatan Pyridam Farma (PYFA) Melonjak 16,8% di Semester I-2026

persen

Pendapatan Pyridam Farma (PYFA) Melonjak 16,8% di Semester I-2026

Jakarta – PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mencatatkan lonjakan kinerja operasional yang signifikan sepanjang semester pertama tahun 2026.

Perusahaan farmasi ini berhasil menekan angka rugi usaha hingga menyentuh level hampir impas.

Capaian tersebut dipicu oleh efisiensi biaya yang masif serta penguatan lini bisnis manufaktur.

Berdasarkan data keterbukaan informasi per Sabtu (1/8/2026), perusahaan mencatatkan pendapatan neto sebesar Rp1,62 triliun.

Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 16,8% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu yang berada di posisi Rp1,39 triliun.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan, laba bruto perusahaan turut terkerek naik sebesar 27% menjadi Rp373,13 miliar.

Margin laba bruto juga mengalami perbaikan menjadi 23%, naik dari catatan tahun sebelumnya sebesar 21%.

Direktur PYFA, Sinta Ningsih, menyatakan bahwa hasil ini merupakan buah dari strategi restrukturisasi yang dijalankan perusahaan.

“Perbaikan ini menunjukkan strategi efisiensi dan penguatan portofolio mulai memberikan hasil nyata serta menjadi fondasi untuk mempercepat profitabilitas Perseroan,” ujar Sinta Ningsih dikutip dari keterbukaan informasi, Jumat (31/7/2026).

Kinerja operasional menjadi sorotan utama dengan penyusutan rugi usaha sebesar 99%.

Kerugian operasional perusahaan turun drastis dari Rp68,40 miliar menjadi hanya Rp380 juta.

Selain itu, rugi periode berjalan juga terpangkas 16%, dari Rp213,20 miliar menjadi Rp178,28 miliar.

Peningkatan margin laba bruto disinyalir berasal dari keberhasilan perusahaan menekan biaya bahan baku.

Optimalisasi biaya produksi juga dilakukan seiring dengan meningkatnya volume penjualan secara keseluruhan.

Pertumbuhan pendapatan PYFA ditopang oleh solidnya penjualan Probiotec di pasar Australia.

Di pasar domestik, perusahaan fokus menjaga stabilitas melalui restrukturisasi portofolio demi meningkatkan kualitas laba.

Manajemen PYFA juga melakukan pengendalian biaya produksi secara ketat untuk memperbaiki struktur keuangan perusahaan.

Pada sektor manufaktur, entitas anak perusahaan, PT Ethica Industri Farmasi, telah merampungkan Lini Produksi 3.

Fasilitas baru tersebut diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan obat injeksi steril bagi rumah sakit dan program kesehatan pemerintah.

Saat ini, perusahaan tengah mengalihkan fokus pembangunan pada Lini Produksi 4.

Langkah ini diambil untuk memproduksi sediaan farmasi yang lebih beragam guna memperluas portofolio produk.

Ke depan, PYFA berkomitmen memperkuat portofolio farmasi berlisensi tinggi.

Perusahaan juga akan terus mengoptimalkan jaringan distribusi nasional.

Pengembangan bisnis layanan kesehatan terintegrasi menjadi salah satu strategi kunci untuk mencapai profitabilitas berkelanjutan.

Langkah strategis ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan positif yang telah tercapai pada paruh pertama tahun ini.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar