Pergerakan CDS Indonesia diprediksi tetap terkendali hingga akhir 2026 seiring membaiknya sentimen pasar. Meski demikian, investor tetap mewaspadai risiko fiskal dan kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi premi risiko di tengah kondisi global yang masih rapuh.

Risiko fiskal membayangi pergerakan CDS Indonesia hingga akhir 2026
Kementerian ESDM resmi merevisi formula Harga Patokan Mineral (HPM) nikel dengan menurunkan faktor koreksi bijih limonit. Kebijakan ini dinilai strategis dalam menyelaraskan harga pasar dan memberikan dampak bagi emiten seperti MBMA, NCKL, INCO, serta ANTM.

Revisi HPM Nikel: Dampak Strategis bagi Saham MBMA, NCKL, INCO, ANTM
PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan lonjakan laba bersih 902,5% dan pendapatan 59% pada semester I-2026. Meski kinerja operasional tumbuh positif, analis menyarankan investor untuk tetap mencermati faktor non-operasional dan menerapkan strategi buy on weakness di kisaran harga Rp5.200 hingga Rp5.400.

Simak Prospek dan Rekomendasi Saham Petrosea Usai Cetak Kinerja Kinclong
Proses demutualisasi BEI menempatkan BPI Danantara sebagai pemegang saham mayoritas dengan porsi 40,12%. Kondisi ini memicu urgensi pengaturan hak suara guna menjaga independensi bursa serta menyeimbangkan kepentingan pemilik modal dengan fungsi bursa sebagai pengawas pasar.

















