pasar saham
IHSG Menguat di Awal Sesi, Saham Unggulan Berjaya
Sep. 17, 2025
Okt. 17, 2025
Menkeu Purbaya menilai koreksi IHSG akibat profit taking wajar terjadi. IHSG turun 2,57% ke 7.915,66, dipengaruhi sentimen global dan aksi broker.
Okt. 4, 2025
Modal asing sebesar Rp9,76 triliun keluar dari pasar keuangan Indonesia pada 29 September-2 Oktober 2025, dengan penjualan besar di SBN dan saham.
Sep. 27, 2025
Modal asing keluar bersih Rp2,71 triliun dari pasar keuangan RI pada 22-25 Sep 2025, meski saham diburu dengan masuk bersih Rp4,51 triliun. Risiko investasi meningkat.
Sep. 17, 2025
IHSG dibuka menguat 0,10% ke 7.965,64 dengan saham PTRO, BBRI, dan TOBA bergerak bullish. Investor menanti keputusan BI Rate dan data inflasi Inggris.
PT Dirgantara Indonesia optimistis membidik pasar penerbangan global melalui pesawat N219 di segmen 19 penumpang. Dengan kandungan lokal mencapai 45 persen, N219 menjadi karya murni anak bangsa yang dirancang untuk memperkuat konektivitas di wilayah terpencil dengan infrastruktur terbatas.

S&P Dow Jones Indices menilai pasar saham Indonesia tetap menarik bagi investor global dengan dividend yield yang menembus 6 persen. Meski sempat terkoreksi, valuasi saham domestik saat ini dianggap lebih kompetitif dan mulai memicu aksi beli dari berbagai manajer investasi internasional.

Kementerian Komunikasi dan Digital menerbitkan SE Nomor 4 Tahun 2026 yang melarang operator seluler menghanguskan sisa kuota internet pelanggan. Kebijakan ini mewajibkan operator memberikan opsi akumulasi atau kompensasi agar hak konsumen atas sisa kuota yang telah dibayar tetap terlindungi.

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 76,84% menjadi US$ 309,37 juta sepanjang semester I-2026. Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh kenaikan pendapatan usaha sebesar 16,50% serta efisiensi beban operasional yang terjaga dengan baik.




