IHSG Menguat di Awal Sesi, Saham Unggulan Berjaya

persen

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini, Rabu (17/9/2025), dengan kenaikan tipis, didorong oleh penguatan saham-saham unggulan seperti PT Petrosea Tbk. (PTRO) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI). Performa positif ini berlanjut di tengah penantian investor terhadap keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) serta data ekonomi global.

Pada pembukaan sesi pukul 09.05 WIB, IHSG tercatat menguat 0,10% atau 7,94 poin, bergerak menuju level 7.965,64. Di awal perdagangan, sebanyak 230 saham berhasil naik, sementara 188 saham bergerak melemah, dan 210 saham lainnya belum menunjukkan perubahan harga.

Saham-saham yang menjadi pendorong penguatan IHSG antara lain PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang naik 2,39% ke Rp4.290, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menguat 0,24% ke Rp4.140, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang naik 1,56% ke Rp8.150. Selain itu, PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) juga menguat 1,59% ke Rp1.280, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) naik 1,74% ke Rp585, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) bertambah 0,61% menjadi Rp1.660.

Di sisi lain, beberapa saham emiten besar mengalami penurunan, seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang turun 1,26% ke Rp7.825, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) melemah 1,39% ke Rp3.550, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turun 2,12% ke Rp3.230, serta PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) yang terkoreksi 0,34% ke Rp1.480.

Tim riset Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG hari ini berpotensi bergerak pada kisaran 7.850-8.020. Secara teknikal, histogram negatif MACD terus mengecil, dan Stochastic RSI bergerak di area pivot. IHSG juga berhasil bertahan di atas level MA20 serta ditutup di atas level resistansi 7.950.

Pergerakan pasar saham hari ini diwarnai sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri. Dari ranah global, investor menantikan data inflasi Inggris bulan Agustus 2025 yang diperkirakan stabil di kisaran 3,8% year-on-year (YoY), level tertinggi sejak Januari 2024. Sementara inflasi inti Agustus diperkirakan turun menjadi 3,6% YoY dari 3,8% YoY pada Juli.

Di dalam negeri, investor menantikan keputusan moneter Bank Indonesia pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diperkirakan akan mempertahankan BI Rate di level 5%. Selain itu, rilis data pertumbuhan kredit bulan Agustus 2025 juga menjadi perhatian, yang diperkirakan membaik menjadi 7,25% dari 7,03% pada bulan sebelumnya.

Rully Arya Wisnubroto, Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menyoroti tren penguatan IHSG selama 5 hari berturut-turut pada perdagangan sebelumnya, Selasa (16/09/2025). Menurutnya, tren positif ini menunjukkan ekspektasi pasar yang positif terhadap berbagai stimulus yang agresif dari Menteri Keuangan yang baru, Purbaya Yudhi Sadewa.

Salah satu paket stimulus terbaru, yakni “Paket Stimulus Ekonomi 8+4+5” dengan total anggaran Rp16,2 triliun yang akan digunakan pada tahun 2025, diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi jangka pendek dan penyerapan tenaga kerja.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar