sektor riil
BI Rate Statis, Apindo Soroti Dampak ke Sektor Usaha
Nov. 20, 2025
Agu. 1, 2026
Bank Indonesia mendorong perbankan untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi dengan menggenjot penyaluran kredit ke sektor riil. Kebijakan insentif likuiditas makroprudensial disiapkan agar perbankan lebih produktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dibandingkan menaruh dana di surat be...
Nov. 20, 2025
BI mempertahankan suku bunga 4,75% untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Apindo pun memberikan tanggapan.
Bursa saham Asia melemah di tengah kekhawatiran investor terhadap kenaikan harga minyak dunia yang menembus US$ 101,65 per barel. Lonjakan harga energi ini dipicu oleh ancaman badai di Amerika Utara serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Saham GOTO kembali diburu investor hingga menguat 6,9 persen setelah dinilai memiliki valuasi yang atraktif. Penguatan ini didorong oleh kinerja bisnis fintech yang mencatatkan pertumbuhan signifikan serta rencana strategis buyback saham untuk menyeimbangkan tekanan pasar.

Sentimen positif dari pasar global memicu optimisme investor, dengan MNC Sekuritas memproyeksikan yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun bergerak di kisaran 7,10% hingga 7,25% hari ini. Penguatan Wall Street menjadi katalis utama yang menjaga stabilitas pasar obligasi domestik.

IHSG mencatatkan penguatan selama tiga hari berturut-turut hingga menembus level 6.192,92. Meski pasar menguat, investor asing justru melakukan aksi jual bersih masif pada sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti GOTO, BMRI, dan TLKM.


