Jakarta – VinFast mempercepat restrukturisasi bisnis di tengah tekanan industri otomotif global dan gejolak pasar modal. Produsen kendaraan listrik asal Vietnam itu memisahkan aset manufaktur domestiknya untuk membentuk struktur usaha yang lebih ringan aset dan dinilai lebih efisien.
Langkah itu dilakukan dengan mengalihkan aset manufaktur VinFast di Vietnam ke entitas baru bernama VFTP atau VinFast Trading and Production JSC. Perusahaan baru ini akan mengelola aktivitas produksi, termasuk operasional pabrik di Hai Phong dan Ha Tinh.
VFTP kemudian akan dialihkan kepada kelompok investor yang dipimpin Future Investment and Development Research JSC, dengan partisipasi pendiri VinFast, Pham Nhat Vuong. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar VND13,3 triliun atau setara US$530 juta.
Dengan skema ini, VinFast Vietnam atau VFVN akan memusatkan diri pada bisnis bernilai tambah tinggi, seperti riset dan pengembangan, teknologi, rekayasa produk, pemasaran, penjualan, hingga layanan pelanggan. Adapun kegiatan manufaktur akan dipusatkan di bawah VFTP sebagai entitas produksi khusus.
Wakil CEO VinFast, Thai Thi Thanh Hai, menegaskan restrukturisasi tersebut tidak mengubah operasional utama perusahaan secara keseluruhan.
“VinFast akan tetap mempertahankan operasional manufaktur globalnya, sementara di Vietnam, Future akan memproduksi kendaraan berdasarkan kontrak untuk VinFast,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5).
Ia menambahkan, aktivitas bisnis di luar cakupan transaksi akan tetap berjalan seperti biasa di bawah VinFast. Langkah ini, kata dia, merupakan penyesuaian operasional agar perusahaan lebih fleksibel dalam mengelola pertumbuhan jangka panjang.
VinFast menilai model asset-light yang kini diterapkan sejalan dengan tren di berbagai industri global. Dalam pendekatan ini, perusahaan mengurangi kepemilikan langsung atas aset manufaktur dan lebih fokus pada pengembangan teknologi, produk, perangkat lunak, serta pengalaman pelanggan.
Strategi tersebut dianggap penting bagi industri kendaraan listrik yang memerlukan investasi besar untuk teknologi baterai, sistem otonom, ekosistem pengisian daya, dan ekspansi pasar internasional. Dengan struktur yang lebih efisien, perusahaan dapat mengalokasikan modal secara lebih terarah.
VinFast juga melihat pemisahan manufaktur ini memungkinkan perusahaan berkonsentrasi pada penguatan teknologi dan merek tanpa menanggung seluruh beban aset produksi domestik. Di sisi lain, VFTP memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan fleksibilitas produksi dan membuka peluang kerja sama manufaktur di masa mendatang.
Kepala Institutional Business VNDirect Securities Corp, Quynh Cao, menilai langkah itu sebagai pendekatan realistis untuk menjaga keberlanjutan bisnis VinFast. Ia juga menyebut restrukturisasi ini berpotensi memperkuat posisi Vietnam dalam rantai pasok kendaraan listrik di kawasan.
“Transaksi ini secara efektif menciptakan perusahaan manufaktur kontrak independen yang dapat membuka peluang bagi merek EV lain atau pelaku mobilitas untuk memanfaatkan Vietnam sebagai basis produksi,” kata dia.
Dalam restrukturisasi tersebut, VFTP juga akan menanggung liabilitas sekitar VND182 triliun atau sekitar US$7,3 miliar yang berkaitan dengan aktivitas manufaktur. Akibatnya, beban keuangan VFVN diperkirakan akan jauh berkurang setelah transaksi rampung.
Perbaikan struktur keuangan itu dinilai penting untuk mempercepat target profitabilitas VinFast. Perusahaan diproyeksikan mulai membukukan laba pada 2027 sembari memperkuat keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Di sisi produksi dan layanan, VinFast memastikan restrukturisasi ini tidak memengaruhi kualitas produk maupun pelayanan kepada konsumen. Kendaraan akan tetap diproduksi sesuai standar perusahaan dengan pengawasan kualitas yang tetap dijalankan VinFast.
Perusahaan juga menegaskan layanan penjualan, garansi, purna jual, dan dukungan pelanggan akan tetap berjalan normal. Bahkan, VinFast menargetkan peningkatan layanan seiring penguatan fokus bisnis dan efisiensi operasional.
Restrukturisasi ini menandai perubahan arah VinFast dari model manufaktur terintegrasi menuju perusahaan teknologi dan mobilitas kendaraan listrik yang lebih adaptif.






















