Agam – Banjir bandang atau galodo menerjang Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu (26/11/2025). Data terbaru menyebutkan, 8 orang meninggal dunia dan 9 lainnya masih hilang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam melaporkan, tim gabungan masih terus melakukan evakuasi di lokasi kejadian.
“Korban meninggal 8 orang, kemudian warga yang masih dinyatakan hilang 9 orang,” ujar Kepala BPBD Agam, Rahmad Lasmono, Kamis (27/11/2025).
Sebanyak 135 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir telah dievakuasi ke tempat pengungsian.
Camat Malalak, Ulya Satar, menyebutkan dua warga Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, meninggal dunia akibat galodo.
“Kondisi di lapangan saat ini masih sangat darurat,” ungkap Ulya.
Masyarakat terdampak membutuhkan bantuan segera, seperti makanan siap saji, selimut, obat-obatan, dan layanan kesehatan.
Pemerintah kecamatan berharap dukungan cepat dari dinas terkait untuk membantu penanganan warga terdampak dan memperkuat operasi pencarian korban yang belum ditemukan.





















